Kalimantan Timur Juara Konektivitas 2026 Internet Gratis

Dian P. · 3 min baca · 3 bulan lalu · 127 dibaca
Bisik.id
Kalimantan Timur Juara Konektivitas 2026 Internet Gratis

Gambar atau konten salah?

Apresiasi Konektivitas Digital 2026 diadakan di Hotel Sultan pada Jumat, 17 April 2026. Acara ini memberi panggung bagi individu, komunitas, dan institusi yang berperan nyata dalam memperkuat konektivitas dan literasi digital di daerah masing-masing.

Provinsi Kalimantan Timur dinobatkan sebagai pemenang kategori Provinsi Pendukung Akselerasi Konektivitas Digital. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menekankan pentingnya internet sebagai infrastruktur dasar, setara dengan air dan listrik. Program Gratispol Internet Desa menempatkan internet gratis dan berkualitas di 841 desa melalui jaringan fiber optik, BTS seluler, dan satelit.

Program ini bertujuan mengatasi blank spot, memperkuat pemerintahan desa berbasis digital, mendukung digitalisasi pendidikan dan layanan kesehatan, serta mendorong UMKM dan ekonomi desa. Hingga saat ini, implementasi telah menjangkau 94 persen desa. Pada tahun 2025, dukungan anggaran daerah mencapai Rp9 miliar, lalu disesuaikan menjadi Rp8 miliar pada tahun 2026.

Regulasi dalam bentuk draft pergub sedang disusun sebagai pedoman kolaborasi dengan kabupaten/kota. Draft tersebut mencakup mekanisme penanganan aduan gangguan layanan, pemeliharaan jaringan, dan pengembangan SDM desa. Dengan adanya regulasi, diharapkan layanan internet desa dapat berjalan lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Hasil implementasi internet desa terlihat pada peningkatan layanan digital pemerintahan dan aktivitas ekonomi masyarakat. Kantor desa kini dapat mengakses aplikasi pemerintahan secara daring tanpa harus bergantung pada kecamatan untuk koneksi internet. Masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi terhadap layanan berbasis satelit, seperti Starlink.

Namun, masih ada tantangan. Kondisi geografis yang sulit dan keterbatasan pasokan listrik dari PLN menjadi hambatan utama. Beberapa desa masih menggunakan genset, sehingga ketersediaan listrik tidak stabil. Untuk desa yang belum memiliki listrik, Pemprov Kaltim menyiapkan solusi melalui penggunaan satelit dan rencana pemanfaatan tenaga surya.

Proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) juga mempengaruhi percepatan infrastruktur digital di Kaltim. IKN mendorong pembangunan kabel serat optik dan menara telekomunikasi secara masif. Akibatnya, Provinsi ini tercatat masuk dalam 10 besar Indeks Daya Saing Digital (EV-DCI) 2025. Indeks Literasi Digital Kaltim menduduki peringkat ke-3.

Penguatan ekosistem dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak swasta, antara lain Telkomsel, Telkom Indonesia, ICON+, Pasifik Satelit Nusantara, serta APJII Kalimantan Timur. Penyusunan regulasi daerah dan penguatan pedoman teknis diarahkan untuk memastikan keberlanjutan layanan, peningkatan kualitas jaringan, serta pengembangan kapasitas SDM desa dalam pengelolaan layanan internet.

Hingga kini, sudah ada 803 desa yang terpasang jaringan internet. Tersisa 38 desa belum terjangkau karena kendala infrastruktur, terutama listrik. Dari 38 desa tersebut, sekitar 20 desa belum memiliki akses listrik, sementara sisanya terkendala akses yang sangat jauh. Pemasangan internet gratis difokuskan di kantor desa untuk mendukung pelayanan publik.

Program ini mulai berjalan pada April hingga Desember 2025 di tujuh kabupaten di Kaltim. Sebagian besar wilayah sudah terjangkau. Sisa 38 desa ditargetkan akan diselesaikan tahun ini melalui anggaran perubahan. Untuk desa yang masih memiliki sinyal namun belum terjangkau fiber optik, akan digunakan sistem wireless.

Program ini tidak hanya menyasar kantor desa. Jika kantor desa sudah memiliki akses internet yang memadai, pemasangan dialihkan ke fasilitas lain seperti sekolah atau puskesmas pembantu. Namun, prinsipnya setiap desa mendapatkan satu titik layanan. Internet gratis ini juga diharapkan tidak hanya digunakan saat jam kerja. Setelah pelayanan publik selesai, jaringan dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar melalui akses Wi‑Fi.

Melalui upaya ini, Kalimantan Timur menunjukkan komitmen kuat terhadap peningkatan konektivitas digital. Program Gratispol Internet Desa menjadi contoh nyata bagaimana pemerintah daerah dapat mengimplementasikan infrastruktur digital yang luas dan berkelanjutan. Dengan dukungan regulasi, kolaborasi swasta, dan perencanaan matang, diharapkan semua desa dapat merasakan manfaat internet gratis dalam kehidupan sehari‑hari.

Gratispol Internet DesaKonektivitas DigitalKalimantan TimurInternet GratisFiber OptikSatellitIbu Kota Nusantara

Komentar

Memuat komentar...