Kapal LNG Mitsui OSK Lolos Selat Hormuz pada 3 April 2024
Gambar atau konten salah?
Mitsui OSK Lines mengumumkan bahwa salah satu kapal tanker gas alam cair (LNG) milik Jepang berhasil menyeberangi Selat Hormuz pada Jumat, 3 April 2024. Kapal tersebut, yang merupakan bagian dari armada perusahaan, kini berada di luar wilayah yang sebelumnya sempat terhambat.
Juru bicara Mitsui OSK Lines menyatakan bahwa awak kapal tetap dalam kondisi aman. Namun, pihak perusahaan tidak mengungkapkan kapan tepatnya kapal tersebut melintasi selat atau apakah ada negosiasi khusus yang memungkinkan perjalanan tersebut.
Berbeda dengan kejadian sebelumnya, kapal ini menjadi kapal Jepang pertama yang dapat melewati Selat Hormuz setelah sebelumnya tertahan akibat konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran. Situasi ini menandai perubahan dalam dinamika pengiriman LNG di kawasan tersebut.
Menurut kementerian transportasi Jepang, hingga pagi Jumat, 3 April 2024, masih ada sekitar 45 kapal milik perusahaan Jepang yang terdampar di wilayah selat. Hal ini menunjukkan bahwa meski satu kapal berhasil, masih banyak kapal lain yang belum dapat melewati jalur tersebut.
Selain kapal Jepang, kapal gas asal Prancis juga berhasil menyeberangi selat. Tiga kapal gas Prancis telah melintasi Selat Hormuz dalam periode yang sama, menandai keberhasilan beberapa armada internasional.
Penutupan Selat Hormuz awalnya terjadi setelah serangan udara AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2024. Penutupan tersebut menutup salah satu jalur pengiriman minyak dan LNG global yang penting, memicu ketegangan di kawasan.
Keberhasilan kapal LNG Jepang menyeberangi selat menandai langkah penting bagi industri pelayaran, namun masih banyak kapal yang menunggu kesempatan untuk melintasi jalur strategis ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
