Kapal Pertamina Terjebak Teluk Persia, BBM Diversifikasi
Gambar atau konten salah?
29 Maret 2026 – Pemerintah Indonesia sedang memantau situasi dua kapal Pertamina yang terjebak di Teluk Persia. Kapal-kapal tersebut belum dapat melintasi Selat Hormuz, jalur penting bagi arus minyak dunia.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan bahwa koordinasi antara kementerian ini, Kementerian Luar Negeri, dan pihak terkait masih berlangsung. Tujuannya adalah memastikan proses pelintasan berjalan aman dan lancar.
Juru Bicara ESDM, Dwi Anggia, menegaskan, “Pihak kami akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan pihak-pihak terkait untuk mendukung kelancaran proses tersebut.”
Menurut Anggia, selain memikirkan muatan, keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama. “Kementerian ESDM terus berkomunikasi dan berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan proses pelintasan kapal Indonesia di Selat Hormuz dapat berjalan aman dan lancar. Dalam proses tersebut, tidak hanya soal muatan, tapi keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama pemerintah,” ujarnya.
Untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan dari wilayah Timur Tengah, pemerintah membuka opsi pasokan minyak mentah dan BBM dari kawasan lain. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, untuk memperluas sumber impor minyak.
Data 2025 menunjukkan Pertamina mengimpor 135,33 juta barel minyak mentah, di mana sekitar 19 % atau 25,36 juta barel berasal dari Arab Saudi. Sementara itu, pasokan minyak mentah Indonesia juga datang dari Afrika, Amerika Latin, Amerika Serikat, Malaysia, dan negara lain.
Indonesia juga menjalin kerja sama jangka panjang dengan Singapura dan Malaysia untuk pasokan produk BBM. Hal ini bertujuan menambah keberagaman sumber energi.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl A Mulachela, menyatakan bahwa sejak awal, kementerian ini dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tehran telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak Iran. Tujuannya memastikan keselamatan kapal dan awak kapal Indonesia.
Mulachela menambahkan, “Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran. Saat ini, hal tersebut tengah ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait pada aspek teknis dan operasional.”
Pertamina mengucapkan apresiasi atas dukungan penuh Pemerintah Indonesia. Saat ini, Pertamina International Shipping (PIS) sedang mempersiapkan aspek teknis dan administratif agar kedua kapal, yakni Pride dan Gamsunoro, dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan, “Prioritas kami tetap pada keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat berjalan dengan baik.”
Dengan koordinasi yang terus berlanjut, pemerintah berharap kedua kapal dapat segera melintasi Selat Hormuz. Sementara itu, diversifikasi sumber energi menjadi strategi jangka panjang untuk menjaga ketahanan pasokan BBM di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
