KASAU Turun ke Sawah, Dorong Swasembada Gula
Gambar atau konten salah?
Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU), Marsekal TNI M. Tonny Harjono, hadir langsung di tengah para petani saat panen raya tebu di Jember. Ia datang bukan sekadar seremoni. Ada pesan besar yang dibawanya: dorongan penuh untuk mengembalikan Indonesia ke masa swasembada gula dan menghentikan kebiasaan impor.
"Kami ini sangat mendukung target dari presiden terhadap PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), agar Indonesia ini kembali mandiri dalam memproduksi gula. Agar kita tidak perlu impor lagi," ujar Tonny pada Kamis, 09 Juli 2026.
Di hadapan para petani dan pejabat yang hadir, Tonny mengungkapkan keprihatinannya. Indonesia, kata dia, punya lahan luas. Tapi ironisnya, negara ini justru menjadi salah satu importir gula terbesar di dunia. "Sangat prihatin, kita gula ini masih impor. Padahal negara kita punya lahan yang luas untuk memproduksi tebu-gula," katanya.
Tonny menjelaskan bahwa ia mendapat amanah langsung dari Presiden. Tugasnya jelas: fokus membenahi ketahanan pangan, khususnya di sektor tebu dan gula. "Kami diamanahi oleh Presiden untuk fokus terhadap ketahanan swasembada pangan dalam urusan tebu-gula. Maka dari itu, saya punya kewajiban untuk membangun ketahanan swasembada gula agar kita tidak perlu impor lagi," paparnya.
Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Mahmudi, yang juga hadir, membeberkan fakta sejarah yang cukup menohok. Ia mengingatkan masa kejayaan industri gula Indonesia di masa lampau. "Tahun 1930, Indonesia adalah pengekspor gula pasir dunia terbesar setelah Kuba. Hari ini, kita adalah importir gula terbesar dunia. Ini adalah fakta yang harus tersampaikan," ungkapnya.
Mahmudi menambahkan bahwa perusahaannya mendapat amanah serupa dari Presiden. Targetnya: mengembalikan kualitas produksi tebu dan mencapai swasembada gula. "Tujuannya, agar kita tidak perlu impor lagi," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), HM. Arum Sabil, menegaskan bahwa pertemuan di Jember ini bukan sekadar acara biasa. Ia menyebutnya sebagai momentum titik balik. "Maka dari itu, hari ini tujuan kita berkumpul di Jember ialah untuk mengembalikan kekayaan produksi gula kita," tandasnya.
Pada acara panen raya tebu itu, Tonny juga dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Penasihat APTRI. Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan APTRI dari berbagai daerah: Sulawesi Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Indonesia pernah menjadi pemain utama gula dunia. Kini, negara ini justru bergantung pada impor. Langkah KASAU dan para pemangku kepentingan di Jember menunjukkan bahwa ada upaya serius untuk membalikkan keadaan. Tapi jalan menuju swasembada masih panjang, dan semua mata tertuju pada apakah target ini benar-benar bisa terwujud.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bank Tolak Hapus Utang Nenek 69 Tahun di Jombang
Perempat Final Piala Dunia: Prancis vs Maroko
Sananta Antusias Gabung Persebaya
Utang Lansia Buta Huruf Membengkak Rp 140 Juta
Prancis vs Maroko: Perebutan Tiket Semifinal Piala Dunia 2026
Pencurian Celana Dalam di Banyuwangi, Diduga untuk Ritual Pelet
Berita Terbaru
KASAU Turun ke Sawah, Dorong Swasembada Gula
Rekor Gol Injury Time Piala Dunia 2026 Pecahkan Sejarah 1966
Maroko Incar Balas Dendam ke Prancis di Perempatfinal
Game Pass Jauh dari Target: 30 Juta vs 77 Juta
Prabowo: Banyak Pihak Remehkan Swasembada Pangan
KPK-Kejati Jabar Bahas Hambatan Proses Hukum
Dust Devil Bromo Jadi Tontonan Wisatawan
Maroko Tantang Prancis di Ulangan Semifinal 2022