KCIC Larang Layang‑Layang di Sekitar Jalur Whoosh

Hendra M. · 2 min baca · 9 jam lalu · 20 dibaca
Bisik.id
KCIC Larang Layang‑Layang di Sekitar Jalur Whoosh

Gambar atau konten salah?

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengingatkan warga tidak bermain layang‑layang di sekitar jalur operasional kereta cepat Whoosh saat libur sekolah. Peringatan ini muncul karena aktivitas bermain layang‑layang dapat meningkat di periode liburan.

Dalam keterangan tertulis pada 11 Juni 2026, General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menegaskan, “Memasuki masa libur sekolah, kami mengajak orang tua, masyarakat dan pihak sekolah untuk turut mengawasi aktivitas anak‑anak saat bermain. Layang‑layang yang putus dan terbawa angin dapat tersangkut pada jaringan listrik aliran atas Whoosh dan membahayakan keselamatan perjalanan Whoosh.”

Selama periode tahun 2024 hingga 31 Mei 2026, petugas KCIC berhasil mengamankan 452 layang‑layang dan benangnya di sekitar jalur operasional. Temuan tersebut terbagi menjadi 25 pada 2024, 317 pada 2025, dan 110 pada periode 1 Januari 2026 – 31 Mei 2026.

Eva menegaskan batasan jarak minimal 3 kilometer di sisi kanan dan kiri jalur Whoosh. Layang‑layang yang putus dan terbawa angin berpotensi tersangkut pada jaringan listrik aliran atas atau Overhead Catenary System (OCS). Jaringan tersebut menggunakan tegangan tinggi, sehingga jika terjepit, dapat merusak jaringan maupun pantograf kereta yang mengambil daya listrik. Dampaknya tidak hanya mengganggu keselamatan, tetapi juga dapat menimbulkan gangguan operasional dan keterlambatan perjalanan bagi ribuan penumpang.

Untuk mencegah hal ini, KCIC rutin melakukan patroli sepanjang jalur, memasang papan imbauan keselamatan, dan mengamankan layang‑layang serta benang yang ditemukan. Koordinasi terus dilakukan dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan, sekolah, dan tokoh masyarakat guna meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya menjaga keamanan jalur kereta cepat.

Selain pengawasan lapangan, KCIC melaksanakan program sosialisasi keselamatan. Sepanjang periode tahun 2024 hingga 31 Mei 2026, telah dilaksanakan 46 kegiatan sosialisasi yang menjangkau 38 sekolah dari jenjang SD‑SMP, melibatkan total 7.827 siswa, serta masyarakat di 6 kecamatan yang rentan mengalami gangguan layang‑layang.

Eva menutup pernyataannya dengan ajakan, “Keselamatan operasional Whoosh tidak hanya mengandalkan teknologi dan petugas di lapangan, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan jalur kereta cepat, tidak melakukan aktivitas yang berpotensi mengganggu operasional, serta segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan di sekitar jalur Whoosh.”

Informasi lebih lanjut dapat dihubungi melalui Customer Service di stasiun atau Contact Center KCIC melalui WhatsApp (chat dan panggilan) di 0811‑8888‑111, email [email protected], serta melalui DM Instagram @keretacepat_id.

Keselamatan jalur kereta cepat Whoosh menjadi tanggung jawab bersama. Dengan pengawasan ketat, koordinasi lintas sektor, dan edukasi kepada generasi muda, risiko gangguan akibat layang‑layang dapat diminimalkan, menjaga perjalanan tetap aman dan lancar bagi ribuan penumpang.

Kereta Cepat Indonesia Chinalayang‑layangjalur operasionalWhooshOverhead Catenary Systemkeselamatansosialisasi

Komentar

Memuat komentar...