Kebakaran Lahan Karangasem: Kerjasama Lembaga Diperlukan
Gambar atau konten salah?
Di wilayah Karangasem, kebakaran lahan menjadi ancaman serius saat musim kemarau, terutama di Kecamatan Kubu. Pemerintah daerah menegaskan bahwa pemilik lahan kering harus selalu waspada.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Karangasem, Artha Negara, menegaskan bahwa kebakaran lahan hampir terjadi setiap tahun di wilayah tersebut. Menurut data, sepanjang tahun 2025 tercatat 33 kebakaran lahan yang ditangani oleh petugas Damkartan Karangasem.
“Setiap memasuki musim kemarau, kami pasti disibukkan dengan penanganan kebakaran lahan. Bahkan, hampir tiap hari pasti ada saja laporan dari masyarakat,” kata Artha Negara pada Minggu, 19 April 2026.
Untuk menanggulangi maraknya kebakaran, Damkartan Karangasem akan segera berkoordinasi dengan beberapa pihak, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem, tentara, polisi, camat, dan kepala desa. Koordinasi ini bertujuan mengidentifikasi hal-hal yang perlu diantisipasi dan memberikan imbauan kepada pemilik lahan kering.
Teknik penanganan, terang Artha Negara, kurang lebih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Begitu ada laporan dari masyarakat, personel akan langsung menuju lokasi kejadian. Setelah penanganan selesai, mobil dan personel damkar akan siaga dahulu di sekitar lokasi untuk mengantisipasi jika kembali terjadi kebakaran lahan di sekitar Kecamatan Kubu.
“Karena jarak dari Pos Damkar ke wilayah Kecamatan Kubu cukup jauh, kami instruksikan personel untuk standby dahulu. Ketika hari sudah malam baru mereka kembali ke pos,” ujar Artha Negara.
Artha Negara menekankan pentingnya kewaspadaan, terutama saat angin berembus kencang. Ia mengingatkan warga agar menghindari membakar sampah atau sejenisnya, karena tindakan tersebut dapat memicu kebakaran yang lebih luas.
“Kami berharap, kebakaran lahan tahun ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Kami juga akan terus melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk pencegahan,” ucap Artha Negara.
Dengan koordinasi lintas lembaga dan sosialisasi berkelanjutan, diharapkan kebakaran lahan di Karangasem dapat diminimalkan. Kewaspadaan masyarakat tetap menjadi kunci utama dalam mencegah kebakaran lebih lanjut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SMP Jembrana: 99,97% Lulus, Satu Siswa Tidak Lulus Di Sekolah
Enam Pemancing Diselamatkan Setelah Perahu Terbalik Buleleng
Penurunan Wisnus Bali 4,14% Tahun Ini, 2,03% Bulanan
SIM Keliling Kembali Operasi di Badung dan Buleleng Pusat
Cuaca cerah berawan Bali, hujan ringan Badung Denpasar
Kamis 04 Juni 2026: Hari Ala Ayuning Dewasa, Waktu Lahan
