Kebiasaan Pagi Merugikan: Ubah Jadi Sehat Hari Ini

Cahyo S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 68 dibaca
Bisik.id
Kebiasaan Pagi Merugikan: Ubah Jadi Sehat Hari Ini

Gambar atau konten salah?

Mengawali hari dengan kebiasaan yang tepat dapat memengaruhi suasana hati, energi, dan kesehatan jangka panjang. Banyak orang, meski tidak sadar, melakukan tindakan di pagi hari yang justru merugikan. Berikut beberapa kebiasaan sederhana yang bisa mengganggu kesejahteraan fisik dan mental.

  1. Melewatkan Sarapan

Jika tubuh tidak diberi makanan setelah berpuasa semalaman, rasa lemas dan kesulitan fokus bisa muncul. “Meski tidak selalu berbahaya, melewatkan sarapan sering membuat seseorang ngemil berlebihan di siang atau malam hari, yang bisa berdampak pada kenaikan berat badan dan gula darah,” kata ahli gizi Maxine Yeung, dikutip dari Real Simple, Minggu (29 Maret 2026). Idealnya, makan dalam dua jam setelah bangun. Bila sulit, dengarkan sinyal lapar tubuh dan prioritaskan makanan bernutrisi seperti protein, lemak sehat, dan karbohidrat berserat.

  1. Ngopi Sebelum Minum Air Putih

Setelah tidur semalaman, tubuh cenderung mengalami dehidrasi. “Jika kamu langsung minum kopi setelah bangun, kamu berisiko menambah dehidrasi karena kafein bersifat diuretik, yang membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak cairan lewat urine,” ungkapnya. Kopi juga dapat menekan napsu makan, sehingga tanpa sadar bisa melewatkan sarapan. Minum setidaknya dua gelas air sebelum menikmati kopi pertama membantu tubuh lebih segar dan memulai proses pencernaan serta metabolisme.

  1. Langsung Buka Ponsel

Buka ponsel saat bangun tidur, entah untuk berita, email, atau media sosial, membuat otak langsung masuk ke mode reaktif. “Selain memicu stres dan distraksi, doomscrolling di pagi hari bisa membuat otak mengasosiasikan bangun tidur dengan kecemasan,” jelas terapis Annie Miller. Coba beri jeda 5–10 menit tanpa layar, misalnya dengan stretching ringan atau menghirup udara segar, agar pikiran lebih siap memulai hari.

  1. Mulai Hari Buru‑Buru

Menjalankan aktivitas pagi dengan terburu‑buruan dapat langsung memicu stres. Jika kebiasaan ini berlanjut, sistem saraf tidak sempat mencapai kondisi tenang, sehingga kemampuan berpikir dan mengambil keputusan menjadi terganggu. Luangkan waktu, meski hanya 5 menit, untuk ritual sederhana seperti stretching atau menikmati kopi dengan tenang.

  1. Tak Terpapar Sinar Matahari

Pemerataan sinar matahari di pagi hari membantu memperbaiki mood dan meningkatkan fokus. Manfaat ini tidak dapat didapatkan jika tidak terpapar sinar matahari dengan cukup. Jika tidak memungkinkan, misalnya karena bangun sebelum matahari terbit, terapi cahaya terang dapat menjadi alternatif.

  1. Tekan Tombol ‘Tunda’ Alarm

Menekan tombol ‘tunda’ terasa seperti menambah waktu tidur, namun kualitas tidur menjadi tidak optimal. Snooze justru mengganggu fase tidur yang penting untuk pemulihan. Jika memang ingin tidur lebih lama, atur alarm langsung di waktu yang diinginkan. “Sebagian besar orang butuh setidaknya 7 jam tidur, dan kualitas sama pentingnya dengan durasi,” kata psikolog Stacey Pawlak.

Dengan menyadari dan mengubah kebiasaan pagi yang merugikan, seseorang dapat memulai hari dengan lebih segar, fokus, dan sehat. Kebiasaan sederhana seperti mengonsumsi sarapan, minum air sebelum kopi, menunda membuka ponsel, memberi waktu tenang, menatap sinar matahari, dan menghindari tombol tunda alarm dapat membawa dampak positif bagi kesejahteraan fisik dan mental. Menyesuaikan rutinitas pagi menjadi langkah kecil namun penting menuju kehidupan yang lebih seimbang dan produktif.

kebiasaan pagisarapankopidehidrasisinar mataharitombol tundaponsel

Komentar

Memuat komentar...