Kekayaan Prajogo Pangestu Turun 8,6%, Hilang Gelar Terkaya

Wahyu T. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 113 dibaca
Bisik.id
Kekayaan Prajogo Pangestu Turun 8,6%, Hilang Gelar Terkaya

Gambar atau konten salah?

Kekayaan Prajogo Pangestu, konglomerat nomor satu di Indonesia, mengalami penurunan tajam setelah rebalancing indeks MSCI. Penurunan ini membuatnya hampir kehilangan gelar orang terkaya di tanah air.

Menurut data Forbes Real Time Billionaires per 19 Mei 2026 jam 12.00 WIB, total kekayaan Prajogo turun 8,55 % atau sekitar US$ 1,6 miliar selama perdagangan saham kemarin. Dalam satu hari, ia kehilangan Rp 28,36 triliun (kurs Rp 17.730 per dolar).

Perbandingan dengan data sebelumnya menunjukkan tren penurunan terus berlanjut. Pada 18 Mei 2026, total kekayaan sudah turun 6,22 % atau sekitar US$ 1,2 miliar (Rp 21,27 triliun). Jadi, penurunan harian masih berlangsung.

Forbes mencatat bahwa Prajogo kini memiliki kekayaan US$ 17 miliar atau Rp 301,41 triliun dan berada di posisi ke‑164 orang terkaya di dunia. Nilai ini hanya sedikit lebih tinggi daripada Low Tuck Kwong, orang terkaya kedua di Indonesia, yang berada di peringkat ke‑167 dunia.

Jika dilihat dari awal 2026, Prajogo pernah menempati posisi orang terkaya di Indonesia dan peringkat ke‑84 dunia dengan kekayaan US$ 28,6 miliar atau Rp 507,07 triliun. Sejak saat itu, ia telah kehilangan sekitar US$ 11,6 miliar atau Rp 205,66 triliun dalam lima bulan terakhir.

Puncak kekayaannya tercatat pada 2024, ketika diperkirakan mencapai US$ 43,4 miliar atau Rp 769,48 triliun. Dari situ, total penurunan mencapai US$ 26,4 miliar atau Rp 468,07 triliun.

Penurunan signifikan ini dipicu oleh keputusan MSCI yang mengeluarkan saham Grup Barito—namely BREN, TPIA, dan CUAN—dari indeksnya. Sejak Rabu, 13 Mei 2026, ketiga saham tersebut mengalami pelemahan bersama.

Secara keseluruhan, dinamika pasar dan keputusan indeks global telah mengakibatkan penurunan drastis pada portofolio Prajogo. Dampaknya terlihat jelas pada peringkat kekayaan global dan nilai asetnya, yang kini berada di bawah titik puncak 2024.

Prajogo PangestuForbesMSCIKekayaanGrup BaritoBRENTPIACUAN

Komentar

Memuat komentar...