Kemenaker: Pelatihan BISA Vokasi Digital Bersama TikTok

Fitri A. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 115 dibaca
Bisik.id
Kemenaker: Pelatihan BISA Vokasi Digital Bersama TikTok

Gambar atau konten salah?

BISA – program pelatihan vokasi yang digandeng TikTok oleh Kemenaker – bertujuan memberi peluang ekonomi kreatif di dunia digital. Program ini memberi pelatihan bagi orang yang ingin belajar membuat konten, mengelola afiliasi, atau menjadi host live commerce. Kemenaker mengajak platform media sosial untuk memperluas akses ke pasar digital.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa dalam 10 tahun ke depan, sekitar 50% proses bisnis di industri akan menjadi tidak relevan dan digantikan oleh model baru. Ia menilai perubahan itu terlihat dari munculnya berbagai pekerjaan baru yang bahkan belum ada 5 hingga 20 tahun lalu. Yassierli menambahkan bahwa profesi seperti content creator, afiliator, reseller, hingga host live commerce mulai berkembang dan belum tentu diajarkan dalam kurikulum formal. Karena itu, pelatihan vokasi menjadi solusi untuk mendukung peluang tersebut.

Di Gedung Vokasi Kemnaker, Jakarta Selatan, Yassierli berbicara pada Rabu (15 April 2026) dan berkata, "Sekarang ada namanya content creator, ada namanya afiliator, ada reseller.Kalau dulu reseller itu apa namanya ya? Tukang jual barang bekas kali gitu, reseller ya. Kemudian live commerce, host, dan lain-lain. Semua ini adalah pekerjaan-pekerjaan, job title yang baru.Kalau ditanya ada nggak kuliah yang spesifik mengajarkan kurikulumnya tentang ini, belum tentu. Mungkin sekarang juga sudah mulai ada. Sehingga kami melihat ini bagian dari pelatihan vokasi yang bisa kita isi," tutur Yassierli.

Program pelatihan vokasi nasional saat ini ditargetkan menghasilkan 60.000-70.000 lulusan per tahun. Namun ke depan, pemerintah ingin meningkatkan jumlah tersebut secara signifikan hingga mencapai 500.000 orang per tahun melalui kerjasama dengan berbagai platform. Yassierli menjelaskan, "Dan ini tentu nanti harapannya menambah, kalau dari vokasi yang sudah berjalan program pelatihan vokasi nasional, target kita 60.000-70.000, ini ditambah dengan ini, itulah yang saya inginkan, kalau bisa kita bisa menghasilkan lulusan pelatihan vokasi itu bisa sampai 500.000 dalam satu tahun," sebut Yassierli.

Ia juga menegaskan bahwa dunia kerja kini mengalami pergeseran, di mana muncul banyak jenis pekerjaan baru yang bersifat fleksibel dan cenderung informal. Meski tidak selalu dalam hubungan kerja formal, pekerjaan ini bisa menjadi solusi sementara bagi masyarakat sambil mencari pekerjaan tetap. Yassierli menegaskan pelatihan vokasi bukan tujuan akhir. Pemerintah tetap berupaya menciptakan lapangan kerja formal yang layak melalui berbagai program strategis seperti ketahanan pangan dan hilirisasi industri, agar penyerapan tenaga kerja bisa lebih besar dan berkelanjutan.

Ia menutup pernyataannya dengan menanyakan, "Apakah ini menjadi ultimate goal kita? Tentu tidak, kita tetap sesuai dengan amanat konstitusi, pekerjaan yang layak, penghidupan yang layak, tadi saya sampaikan bahwa pemerintah juga sedang menyiapkan dengan misalnya program-program ketahanan pangan, hilirisasi, itu adalah salah satu solusi penciptaan pekerjaan yang lebih masif nantinya. Ini bisa menjadi pilihan," tutup Yassierli.

Program BISA menandai langkah konkret pemerintah Indonesia dalam mempersiapkan tenaga kerja untuk era digital. Melalui kolaborasi dengan platform besar, pelatihan vokasi diharapkan tidak hanya membuka peluang baru, tetapi juga menjadi jembatan menuju pekerjaan formal yang lebih stabil. Kemenaker berfokus pada peningkatan jumlah lulusan vokasi, sambil tetap mengedepankan program jangka panjang untuk menciptakan lapangan kerja yang layak bagi seluruh rakyat.

BISApelatihan vokasiTikTokcontent creatorlive commerceresellerKemenaker

Komentar

Memuat komentar...