Kementerian Perhubungan Tutup 172 Perlintasan Sebidang

Yuli S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 85 dibaca
Bisik.id
Kementerian Perhubungan Tutup 172 Perlintasan Sebidang

Gambar atau konten salah?

Penanganan perlintasan sebidang dimulai pada hari ini. Kementerian Perhubungan, PT Kereta Api Indonesia (Persero), BPI Danantara, dan BP BUMN bertemu untuk merencanakan penutupan ratusan perlintasan.

Perlintasan sebidang sering menjadi penyebab kecelakaan kereta api di Indonesia, terutama yang tidak dijaga. Pada periode 2023 hingga 2026 tercatat 948 korban akibat kecelakaan di perlintasan sebidang. Sekitar 80% kejadian terjadi pada perlintasan yang belum terjaga.

Di seluruh negeri, ada 3.674 perlintasan sebidang. Dari jumlah tersebut, 1.810 titik menjadi fokus penanganan. Dari ribuan titik tersebut, 172 perlintasan diputuskan untuk ditutup karena kondisi terbatas. Sementara itu, 1.638 perlintasan lainnya akan mengalami peningkatan fasilitas keselamatan secara bertahap.

“Tidak ada yang lebih berharga daripada nyawa manusia. Perlintasan sebidang adalah titik temu dua sistem transportasi dengan pola operasi berbeda. Kereta tidak dapat berhenti mendadak, sementara lalu lintas jalan bersifat dinamis. Jika tidak dikelola dengan baik, risikonya sangat tinggi,” ujar Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono dalam keterangan tertulis, Rabu (06 Mei 2026). Dia menambahkan, penanganan perlintasan sebidang membutuhkan keterlibatan seluruh pihak secara kolektif, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator, hingga masyarakat.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dalam forum yang sama menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi titik awal percepatan langkah yang lebih konkret di lapangan, sekaligus refleksi atas kejadian yang terjadi sebelumnya. Bobby menegaskan bahwa langkah penanganan akan difokuskan pada percepatan aksi di lapangan, termasuk penutupan 172 perlintasan yang telah teridentifikasi, serta peningkatan penjagaan pada ratusan titik lainnya.

“Pengalaman menunjukkan bahwa penjagaan perlintasan mampu menekan risiko kecelakaan secara signifikan. Karena itu, langkah penjagaan, penguatan pengawasan, serta pemanfaatan teknologi harus dijalankan secara bersamaan,” papar Bobby. Selain itu, KAI juga akan memperkuat penerapan teknologi keselamatan, termasuk pemanfaatan sistem berbasis komunikasi, GPS, serta pengembangan sistem otomatisasi untuk mendukung pengendalian operasional yang lebih responsif terhadap potensi risiko.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan jumlah kecelakaan di perlintasan sebidang dapat berkurang secara signifikan, menjaga keselamatan penumpang dan pengguna jalan.

Perlintasan SebidangPenutupan PerlintasanKecelakaan Kereta ApiKeselamatan JalurTeknologi GPSOtomatisasi SistemKereta Api Indonesia

Komentar

Memuat komentar...