Kepingan Emas Temuan Saat Rekonstruksi Candi Losari

Mira T. · 2 min baca · 1 hari lalu · 10 dibaca
Bisik.id
Kepingan Emas Temuan Saat Rekonstruksi Candi Losari

Gambar atau konten salah?

Kepingan emas ditemukan saat pemugaran Candi Losari di Dusun Losari, Desa Salam, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang.

Benda itu disebut memiliki fungsi spiritual di masa candi tersebut masih difungsikan.

Awal ditemukannya kepingan emas tersebut bermula dari terlihatnya pucuk Candi Losari di sebuah lahan.

Kemudian dilakukan rekonstruksi dan ditemukan benda-benda peninggalan termasuk kepingan emas tersebut.

Tahun 2004, lokasi Candi Losari sudah diketahui sejak 2004 oleh warga.

Kondisinya terkubur tanah dan terlihat bagian atasnya.

Selama digali, ternyata ada tiga candi perwara dan satu candi induk dalam kondisi sudah runtuh.

Seiring berjalannya waktu, dilakukan studi kelayakan dan studi teknis.

Rekonstruksi candi dilakukan dengan target rampung bulan Oktober 2026.

Penanggung Jawab Kegiatan Rekonstruksi Candi Losari, Junawan, mengatakan pemugaran dilakukan secara total yang meliputi 14 lapis candi.

“Untuk tahun ini kan sasarannya sampai ke lapis 14. Jadi, nanti bagian kaki dan kira-kira dua lapis tubuh bagian bawah. Jadi belum secara keseluruhan untuk tahun ini,” kata Junawan saat dihubungi 30 Maret 2026.

April 2026, dalam proses rekonstruksi, ternyata ditemukan arca, peripih, dan kepingan emas oleh juru pugar Candi Losari pada 21 April 2026.

Temuan itu kemudian disimpan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X.

“Kita waktu pembongkaran di lapis 9 atau berapa itu ditemukan dua blok arca (arca Dewa Surya). Itu di bawah lantai, itu 3 lapis dari lantai ditemukan arca. Kemudian kita gali lagi sampai ke tanah aslinya, kita temukan peripih atau kotak peripih, bersamaan ada selembar (diduga) emas (bentuk persegi),” ujar juru pugar Candi Losari, Restu Hidayat, saat ditemui di lokasi 4 Juni 2026.

“Kotak peripihnya itu berpisah. Dugaan kita itu sudah dicuri dari zaman dulu. Yang jelas arcanya itu sama semua kelimanya (saat ekskavasi ditemukan 3 arca dan saat pemugaran ditemukan 2 arca),” tambah Restu.

Bentuk logam emas yang ditemukan yaitu berupa kepingan tipis dengan panjang dan lebar sekitar 1,5 centimeter.

“Kalau emasnya belum, ini baru kita daftarkan ke konservasi dulu memang warnanya kekuningan. Tapi, secara pasti kan belum dianalisis di laboratorium,” kata Junawan.

“Cuma satu keping, lembaran bentuk kotak kecil (peripih). Ya batu putih seperti kalau lihat kotak peripih. Masih di dalam (peripih logam kuningnya), tapi tutupnya (peripih) terpisah, tidak dalam kondisi tertutup. Itu wadahnya, sama tutup batunya, posisi tutupnya sudah tidak menyatu dengan wadahnya,” ia jelaskan.

“Namanya elektrum perpaduan emas dan perak dan tembaga serta logam lainnya. Disetarakan emas 16,5 karat,” ia tambah.

Dari penelitian, logam elektrum itu memiliki fungsi spiritual di zamannya.

(Kegunaan) Sederhananya sebagai sumber energi spiritualnya suatu candi untuk menghidupkan roh/jiwa kedewaan, kata Junawan.

BPK Jawa Tengah melakukan pengujian laboratorium dan memastikan ada kandungan emas dalam kepingan itu.

Junawan menegaskan jenis logam itu adalah elektrum perpaduan emas dan perak serta logam.

Fungsi spiritualnya adalah menghidupkan roh atau jiwa.

Kepingan emas ini menunjukkan praktik keagamaan di candi tersebut.

Rekonstruksi candi masih berlangsung, dan penemuan ini menambah nilai sejarah.

Penting bagi pelestarian warisan budaya di Magelang.

Kegiatan ini juga membuka peluang bagi penelitian lebih lanjut tentang logam kuno.

Temuan ini menegaskan bahwa Candi Losari bukan sekadar situs arkeologi, melainkan tempat berfungsi spiritual yang masih dapat dipelajari.

Candi Losarikepingan emasrekonstruksispirituallogam elektrumperipihMagelang

Komentar

Memuat komentar...