Kereta Batara Kresna Berhenti di Rel Bengkong Tidak Terlambat
Gambar atau konten salah?
Kereta Api Batara Kresna berhenti di rel bengkong pada pagi hari di Stasiun Purwosari, Solo. Pada pukul 06:16 WIB, kereta itu terhenti di tengah jalan, sehingga akses Jalan Slamet Riyadi dari kedua sisi terhalang. Kendaraan yang melintas di jalan tersebut harus menunggu sampai kereta melanjutkan perjalanan.
Menurut Feni Novida Saragih, Manager Humas KAI Daop 6, kereta mengalami kendala teknis pada sarana KA tersebut. Kereta jurusan Solo‑Wonogiri diberhentikan di tengah jalan untuk melakukan perbaikan. Ia menjelaskan, Iya betul (KA Batara Kresna berhenti) sekira pukul 06.16 WIB, ada kendala teknis pada sarana.
Petugas teknis langsung menanganinya. Pada pukul 06:41 WIB, perbaikan selesai dan kereta kembali melanjutkan perjalanan ke Stasiun Purwosari. Feni menegaskan, Iya (sengaja berhenti), jadi saat ada indikasi akan terjadi gangguan maka petugas menghentikan perjalanan kereta api untuk kemudian dilakukan penanganan.
Kereta tetap tidak mengalami keterlambatan. Feni menyatakan, “Tidak ada keterlambatan perjalanan KA”. Pihak KAI Daop 6 Yogyakarta mengirimkan permohonan maaf kepada pelanggan atas gangguan teknis di KM 4+8 petak jalan Purwosari‑Solokota. Ia menegaskan, “Tidak ada keterlambatan perjalanan KA”.
Penghentian ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengendara Jalan Slamet Riyadi. Namun, pihak KAI menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Kereta Batara Kresna melanjutkan perjalanan pada jam yang sama tanpa penundaan.
Peristiwa ini menyoroti pentingnya prosedur keamanan dan pemeliharaan rutin pada jalur kereta api. Meskipun terjadi gangguan teknis, penanganan cepat dan transparansi informasi membantu meminimalkan dampak bagi penumpang dan lalu lintas di sekitar stasiun.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
