Kertajati Resmi Jadi Pusat Industri Dirgantara

Dani L. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Kertajati Resmi Jadi Pusat Industri Dirgantara

Gambar atau konten salah?

Bandara Kertajati di Jawa Barat akan bertransformasi. Bukan sekadar bandara biasa. Pemerintah berencana mengubah kawasan ini menjadi pusat industri kedirgantaraan nasional, yang disebut Aerospace Industrial Zone.

Langkah awal sudah diambil. PT Dirgantara Indonesia (PTDI), perusahaan milik negara di bidang kedirgantaraan, menandatangani nota kesepahaman dengan PT Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB). Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Tadi kami menyaksikan sebuah penandatanganan MOU antara PTDI dan PT BIJB sebagai bagian dari komitmen bersama untuk bisa mengembangkan Kertajati, area Kertajati, menjadi kawasan yang menjadi salah satu hub industri kedirgantaraan," kata AHY dalam konferensi pers di kantornya di Jakarta Pusat, Rabu, 15 Juli 2026.

Kertajati dinilai punya keunggulan. Bandung, tempat PTDI sekarang beroperasi, semakin padat. Kertajati menawarkan lahan yang lebih luas. Lokasinya juga strategis. Terhubung dengan kawasan industri di Bekasi, Karawang, Purwakarta, Pelabuhan Patimban, hingga Cirebon dan Jawa Tengah.

Fasilitas PTDI di Bandung tidak akan ditinggalkan begitu saja. Rencananya, tempat itu akan difokuskan sebagai pusat riset dan inovasi. Kegiatan operasional perusahaan, termasuk produksi, akan dipindahkan ke Kertajati.

Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan, mengungkapkan perusahaannya sebenarnya sudah memanfaatkan Bandara Kertajati. Untuk uji terbang pesawat tanpa awak atau UAV MALE dan pesawat N219. Sebab, Bandara Husein Sastranegara di Bandung sudah tidak memadai.

Bandung dinilai sebagai kawasan padat penduduk. Selain itu, landasan pacu di Husein yang panjangnya sekitar 2.400 meter kurang ideal. Terutama untuk uji terbang perdana pesawat baru yang butuh landasan lebih panjang demi keselamatan.

"Karena untuk yang pertama kali pesawat itu terbang, untuk pertama kali pesawat itu didesain, memerlukan runway disarankan adalah 3 kilometer. Untuk apa? Kalau take off, itu harus aman. Dan Bandung yang kurang lebih 2,400 meter sudah tidak bisa lagi digunakan bagi industri manufaktur aircraft," sebut Gita.

PTDI selama ini menjadi pemasok komponen pesawat untuk raksasa global seperti Airbus dan Boeing. Proses pengiriman rumit. Barang harus dibawa ke Jakarta dulu sebelum dikirim ke luar negeri. Dengan kerja sama ini, pengiriman diharapkan bisa langsung dari Bandara Kertajati.

"Setelah kami produksi, kami harus bawa ke Jakarta untuk diterbangkan. Itu besar-besar kontainer yang panjang-panjang. Besok di Kertajati, kami tidak perlu itu lagi. Karena dari Kertajati bisa kita antarkan langsung ke end-user kami di luar," jelas Gita.

PTDI menargetkan mulai memanfaatkan Kertajati pada Agustus 2026. Langkah ini untuk mempercepat proses uji terbang pesawat. Targetnya, peningkatan kesiapan armada atau fleet readiness pesawat untuk TNI pada Oktober 2026 bisa tercapai.

"Pertama kali akan kita manfaatkan adalah untuk semua fleet readiness hasil pekerjaan kami, kami akan pindahkan ke Kertajati. Yang kedua tentunya adalah MALE akan kami terbangkan di sana, kemudian N219 untuk angkatan darat yang akan dideliver di akhir tahun ini, kami akan terbangkan di sana. Supaya apa? Supaya kami delivery on time," beber Gita.

Tahap berikutnya, PTDI akan membangun fasilitas Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) di kawasan Kertajati. Perusahaan menyiapkan area sekitar 150-200 hektare. Lahan itu akan dikembangkan untuk empat portofolio bisnis: manufaktur pesawat, MRO, aerostructure, dan engineering services seperti pembuatan drone.

Dalam jangka panjang, PTDI berencana memindahkan lini produksi ke Kertajati. Menurut Gita, lini produksi pertama yang akan dipindahkan adalah N219. Pesawat ini untuk memenuhi kebutuhan TNI maupun penerbangan komersial.

"Fase ketiga kita memindahkan produksi ini ke Kertajati. Dan tentunya yang paling mungkin yang pertama akan dipindahkan adalah N219. Pertama peralatannya baru, dan kemudian insyaallah dengan dukungan Pak Menko dan Pak Menteri Perhubungan, demand kita akan luar biasa. Baik untuk TNI Pak, karena apalagi untuk penerbangan komersial," tutup Gita.

Rencana ini menunjukkan pergeseran pusat kegiatan PTDI dari Bandung ke Kertajati. Alasan utamanya adalah keterbatasan infrastruktur di Bandung dan kebutuhan akan lahan yang lebih besar untuk ekspansi bisnis kedirgantaraan.

Bandara Kertajatiindustri kedirgantaraanPT Dirgantara IndonesiaAerospace Industrial ZonePT BIJBMOUpusat riset

Komentar

Memuat komentar...