Dari 30 Ribu Kopdeskel, Hanya 20 yang Tak Ideal

Arif S. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Dari 30 Ribu Kopdeskel, Hanya 20 yang Tak Ideal

Gambar atau konten salah?

Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih sudah mencapai sekitar 15 ribu bangunan yang rampung. Sebagian dari bangunan itu mendapat sorotan karena dianggap berdiri di lokasi yang kurang strategis, termasuk di daerah pelosok.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyebutkan jumlah bangunan yang dianggap tidak ideal itu sangat sedikit dibandingkan total koperasi yang sedang dibangun. "Misalkan di media sosial (ramai soal) ada beberapa lokasi Kopdeskel Merah Putih yang dianggap tidak ideal. Tapi, setelah kita jelaskan, bahwa yang tidak ideal itu berapa, di mana saja, ternyata kan angkanya tidak banyak," ujarnya.

Dari target sekitar 30 ribu Kopdeskel Merah Putih yang tengah dibangun, hanya sekitar 20 bangunan yang dinilai berada di lokasi kurang ideal. Ferry mengatakan pemerintah akan mencari solusi terhadap lokasi-lokasi tersebut. "Taruhlah 20 (bangunan) dari 30 ribu yang kita lagi bangun. Coba, itu 'kan sedikit. Nah, kalau pun misalkan tidak ideal, nanti kita akan carikan solusi. Tapi perlu diketahui, bahwa penentuan lokasi tersebut, termasuk yang tidak ideal, dilakukan penentuan lokasinya melalui masyarakat di desa itu," ungkapnya.

Penentuan lokasi pembangunan koperasi dilakukan berdasarkan hasil musyawarah masyarakat dan perangkat desa. Ferry menekankan bahwa proses itu sering kali tidak diketahui secara utuh oleh masyarakat yang memberikan kritik di media sosial. "Ya, kesepakatan di desa. Nah, ini 'kan sisi-sisi ini kadang-kadang tidak diketahui oleh yang memviralkan. Saya tidak tahu tujuan memviralkannya apa. Tapi, maksud saya, sisi baiknya itu masukan bagi kami. Tapi, ada sisi yang perlu untuk kami sampaikan bahwa sebenarnya penentuan lokasi itu sudah atas dasar musyawarah di desa tersebut," katanya.

Di sisi lain, Ferry mengakui masih ada kendala keterbatasan lahan di sejumlah desa. Akibatnya, tidak semua bangunan bisa mengikuti prototipe yang sudah dirancang pemerintah. Karena itu, pembangunan Kopdeskel Merah Putih tahun ini akan dibatasi hingga sekitar 40 ribu unit sebelum dilakukan evaluasi lebih lanjut. "Kami mengakui ada keterbatasan soal lahan di desa-desa sesuai dengan prototipe yang kita inginkan. Oleh karena itu, kami akhirnya memutuskan sampai akhir tahun bisa sampai 40 ribuan (bangunan). Kita stop dulu di tahun ini 40 ribuan," bebernya.

Rencana ke depan, pembangunan akan dilanjutkan secara bertahap dengan beberapa modifikasi. Ferry mengatakan pihaknya sekarang sedang mengkaji, misalkan untuk bangunan Kopdeskel Merah Putih, khususnya di kelurahan atau kota-kota yang bisa jadi beda prototipenya. "Tahun depan, kita akan bangun lagi secara bertahap dengan beberapa modifikasi. Kami sekarang sedang mengkaji, misalkan untuk bangunan Kopdeskel Merah Putih, khususnya di kelurahan atau kota-kota yang bisa jadi beda prototipenya," pungkasnya.

Program Kopdeskel Merah Putih ini bertujuan memperkuat perekonomian desa melalui koperasi. Meski ada kritik soal lokasi, pemerintah mengklaim proses penentuan lokasi sudah melalui musyawarah desa. Kendala lahan menjadi alasan utama mengapa tidak semua bangunan sesuai prototipe, dan tahun ini pembangunan dihentikan sementara di angka 40 ribu unit untuk evaluasi. Tahun depan akan ada penyesuaian desain, terutama untuk daerah perkotaan.

Kopdeskel Merah Putihlokasi tidak idealmusyawarah desaketerbatasan lahanprototipe bangunanevaluasi pembangunanperekonomian desa

Komentar

Memuat komentar...