KITB Genjot Investasi Global di Pameran INNOPROM Rusia
Gambar atau konten salah?
PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, mengambil langkah untuk menarik lebih banyak investasi global. Mereka berpartisipasi dalam pameran dagang internasional INNOPROM 2026 yang digelar di Rusia.
Rachmat Priyatna, Kepala Departemen Marketing Strategy KEK Industropolis Batang, menjelaskan bahwa kehadiran mereka di acara ini bukan sekadar ikut serta. "Partisipasi kami di INNOPROM 2026 bukan sekadar hadir di pameran, melainkan langkah strategis untuk memperkenalkan Industropolis Batang sebagai kawasan industri terpadu masa depan yang mengusung prinsip smart, green, dan integrated kepada pelaku industri global," katanya dalam keterangan tertulis pada Jumat, 10 Juli 2026.
KITB menyasar pelaku industri internasional dari berbagai sektor. Target mereka meliputi kendaraan listrik, otomotif, energi hijau, elektronik, manufaktur canggih, serta digital dan komunikasi. INNOPROM 2026 sendiri berlangsung dari 6 Juli hingga 9 Juli 2026.
Di pameran itu, KEK Industropolis Batang menjadi bagian dari Paviliun Indonesia. Mereka berada di Hall 4 Booth 4B1 bersama Kawasan Industri Wiraraja, Kawasan Industri Bintan, dan Kawasan Industri Kendal. Semua ini berada di bawah koordinasi Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Himpunan Kawasan Industri (HKI).
Partisipasi ini bukan tanpa dasar. Ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang dihasilkan dari pertemuan bilateral antara Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada April 2025. Ada juga nota kesepahaman lain antara Kementerian Perindustrian dan pihak Rusia yang ditandatangani di Moskow pada Desember 2025.
Selama pameran berlangsung, tim Marketing & Sales KEK Industropolis Batang melakukan serangkaian pertemuan bisnis. Mereka bertemu dengan calon mitra dan investor global yang relevan dengan enam sektor prioritas kawasan. Rinciannya adalah EV & EV Supply Chain, otomotif, energi terbarukan dan industri hijau, elektronik, advanced manufacturing, serta digital dan komunikasi.
Fokus dari pertemuan-pertemuan ini diarahkan pada peluang kolaborasi. Tujuannya untuk memperkuat rantai pasok industri, mendorong transfer teknologi, dan membuka potensi investasi baru di keenam sektor tersebut. Upaya ini dilakukan untuk mendukung percepatan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, memperkuat industri otomotif nasional, dan mendorong investasi pada sektor energi terbarukan dan industri hijau.
Selain itu, mereka juga ingin mengembangkan rantai pasok elektronik yang bernilai tambah, memperluas kolaborasi di bidang manufaktur canggih, serta mempercepat transformasi KEK Industropolis Batang menjadi kawasan industri pintar.
Rachmat menambahkan, ke depannya KEK Industropolis Batang akan menindaklanjuti hasil pertemuan bisnis tersebut. Mereka akan melakukan komunikasi lanjutan dengan para calon mitra prioritas. Ini akan disertai dengan penyusunan proposal kerja sama yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sektor.
Langkah KITB di INNOPROM 2026 menunjukkan upaya Indonesia untuk lebih terhubung dengan pasar global, terutama di sektor-sektor industri yang sedang berkembang. Fokus pada kendaraan listrik dan energi hijau mencerminkan arah kebijakan industri nasional yang ingin menarik investasi bernilai tambah tinggi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Prabowo: Ada Oknum Menyusup di Program MBG
Prabowo: MBG Dilanjutkan, Maling Diburu Lewat TikTok
Prabowo: Puluhan Tahun Rugi, BUMN Kini Mulai Untung
Investasi Data Center 1,3 GW Masuk RI, Nvidia Ikut Bangun
12.656 Barang Tertinggal di KAI, Nilainya Capai Rp8,8 Miliar
DJP Kirim 1,8 Juta Surel Tagih Utang Pajak Rp 36 Triliun
Berita Terbaru
Warga Denpasar Keluhkan Banyak WNA Tinggal di Kos-kosan
Motor Tewas Tabrak Truk Parkir di Sukabumi
7 Jenis Daging Ekstrem yang Dikonsumsi di Berbagai Dunia
Morgan Rogers Bocorkan Harmoni di Skuad Timnas Inggris
Spanyol vs Belgia: Ujian Pertahanan Kokoh Lawan Serangan Tajam
Battery Health iPhone Turun? Jangan Panik Dulu
ITS Buka Jalur Desain Khusus, Portofolio Jadi Penentu
