KKP Modernisasi 50 Kapal Ikan, Target Akhir 2026
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana memodernisasi 50 unit dari total 1.582 unit kapal ikan sebelum akhir tahun 2026. Program ini merupakan lanjutan dari memorandum of understanding (MoU) antara Indonesia dan Inggris.
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Lotharia Latif menjelaskan bahwa langkah ini sudah dipertimbangkan sejak awal tahun ini. Ia menegaskan, “Kita melakukan survei galangan kapal dan sebagainya. Kita rencana timeline-nya Juni ini mulai penyiapan supply chain, material, equipment, dan berproses dan untuk target tahun 2026 ini sementara 50 kapal dulu yang akan kita selesaikan.”
Latif menambahkan bahwa proses modernisasi memerlukan persiapan panjang. Ia menyebut, “Bikin kapal bukan kayak bikin combro. Ya kita harus nyiapin mulai dari steel-nya, peralatannya. Kita punya waktu 8 bulan Makanya tadi kan saya kan menyampaikan bahwa dari Januari sebenarnya kita sudah mulai bergerak itu survei galangan, karena kan galangan ini harus disiapkan. Kemudian kita beli peralatan pendukung.”
Tim KKP telah melakukan survey di berbagai galangan kapal di seluruh Indonesia untuk memastikan fasilitas yang diperlukan tersedia. Fokus utama adalah kapal dengan ukuran 30 Gross Tonnage (GT), yang diperkirakan memerlukan 500 awak kapal perikanan untuk operasionalnya.
Latif menekankan pentingnya kesiapan rantai pasok dan material. Ia mengatakan, “Jadi kalau lihat kebutuhannya 50 kapal 30 GT itu berarti kita butuh 500 awak kapal perikanan.”
Program ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing kapal ikan Indonesia dan memperkuat hubungan teknis dengan Inggris. Dengan persiapan yang matang, KKP berharap modernisasi dapat berjalan lancar dan tepat waktu.
Inisiatif ini menandai langkah konkret pemerintah dalam memperbarui armada perikanan, sekaligus menegaskan komitmen terhadap kerja sama internasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
