Komdigi Investigasi IGRS di Steam, Rating 3+ dan 18+ Janggal

Endah K. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 124 dibaca
Bisik.id
Komdigi Investigasi IGRS di Steam, Rating 3+ dan 18+ Janggal

Gambar atau konten salah?

Komunikasi dan Digital (Komdigi) menanggapi kegembiraan yang muncul karena penerapan Indonesia Game Rating System (IGRS) di platform Steam yang tidak sesuai. Mereka menyatakan sudah berkoordinasi dengan Steam dan setuju melakukan investigasi.

“Ya kami intens berkordinasi dengan Steam. Tadi pagi jam 10 kita udah meeting juga dan komitmen untuk investigasi di masing-masing sistem internal ya,” kata Sonny Hendra Sudaryana, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Direktorat Jenderal Ekosistem Digital, di kantor Komdigi, Jakarta Pusat, Jakarta, Selasa (07 April 2026).

Selanjutnya, Sony menginformasikan bahwa Steam akan memberikan update setelah proses investigasi selesai. Komdigi akan fokus pada perbaikan sistem maupun mekanisme kepatuhan regulasi.

“Perbaikan ke depannya dari sisi baik itu dari sistem atau dari sisi mekanisme compliance (kepatuhan) terhadap regulasinya,” ujar Sony.

Insiden ini dianggap sangat janggal. Sony memberi contoh, game battle royale PUBG: Battlegrounds di Steam diberi rating 3+, sedangkan game Upin & Ipin Universe diberi rating 18+. “Ini sangat aneh menurut kami dan sangat janggal, makanya kita melakukan investigasi ini untuk melakukan apa sebenarnya permasalahannya dan baik di internal Komdigi ataupun di eksternal di pihak Steam,” tambahnya.

Penggunaan IGRS di Steam memicu protes besar dari warganet, khususnya kalangan gamer Indonesia. Banyak yang menilai sistem rating tersebut membingungkan dan berpotensi menyesatkan, terutama bagi orang tua yang mengandalkan label usia untuk menilai konten anak.

Setelah kegaduhan di media sosial, rating IGRS di Steam menghilang. Sekarang hanya ada rating PEGI yang muncul di halaman game.

Hilangnya IGRS di Steam disebabkan Komdigi mengeluarkan pernyataan bahwa rating tersebut bukan hasil klasifikasi resmi yang diverifikasi. “Rating yang beredar berasal dari mekanisme internal berbasis self-declare oleh platform Steam. Rating tersebut belum melalui proses verifikasi resmi sesuai ketentuan Indonesia,” ujar Komdigi dalam pernyataan resminya di media sosial (05 April).

Peristiwa ini menyoroti pentingnya prosedur verifikasi resmi dalam sistem rating game. Tanpa proses yang terstandarisasi, label usia dapat menyesatkan konsumen dan menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap platform digital.

KomdigiSteamIGRSratinginvestigasicompliance

Komentar

Memuat komentar...