Komdigi Tunda Sementara Proses Rating IGRS Selama Investigasi
Gambar atau konten salah?
Komdigi mengumumkan perkembangan terbaru mengenai proses investigasi implementasi Indonesia Game Rating System (IGRS), yang kini menjadi sorotan publik.
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital, Sonny Hendra Sudaryana, menjelaskan bahwa sejak insiden awal mencuat, Komdigi telah membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi secara menyeluruh. Proses investigasi tersebut masih berlanjut sampai saat ini.
“Tim ini bekerja menelusuri seluruh aspek, mulai dari sistem, proses, hingga tata kelola, agar kita mendapatkan temuan yang objektif dan komprehensif,” ujar Sonny di Jakarta, Jumat 17 April 2026.
Selama proses investigasi berlangsung, Komdigi juga membuka ruang dialog dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk asosiasi dan pelaku industri game. Diskusi intensif telah dilakukan sejak pertemuan awal pada 8 April 2026 dan terus berlanjut hingga saat ini.
“Kami menerima banyak masukan dari asosiasi, pelaku industri, serta masyarakat. Setiap hari kami melakukan diskusi dan identifikasi karena penting bagi kami memastikan kebijakan yang dibuat tidak hanya kuat secara konsep, tetapi juga implementatif di lapangan,” lanjutnya.
Komdigi menegaskan partisipasi publik menjadi elemen penting dalam evaluasi kebijakan ini. Tingginya perhatian masyarakat terhadap IGRS dinilai sebagai masukan yang sangat berharga untuk perbaikan ke depan. Sonny menegaskan kehadiran IGRS yang dibentuk Komdigi ini dibangun murni untuk kepentingan publik.
“Selama ini Indonesia belum memiliki standar klasifikasi gim yang jelas. Melalui IGRS, pemerintah hadir untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya anak-anak, sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku industri,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut dari proses investigasi yang masih berjalan, Komdigi memutuskan untuk menunda sementara proses rating IGRS.
“Penundaan ini bersifat sementara. Langkah ini kami ambil untuk memastikan bahwa ke depan sistem IGRS dapat berjalan lebih kuat, lebih kredibel, dan dapat dipercaya oleh seluruh pemangku kepentingan,” tegas Sonny.
Komdigi menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi secara menyeluruh, baik dari sisi sistem, proses, maupun tata kelola, hingga diperoleh hasil yang optimal.
“Kami mengucapkan terima kasih atas seluruh masukan, kritik, dan koreksi yang telah disampaikan. Hal tersebut sangat berarti bagi perbaikan IGRS ke depan,” tutupnya.
Dengan menunda sementara proses rating, Komdigi bertujuan memperkuat sistem IGRS agar lebih kredibel dan dapat dipercaya. Proses investigasi berlanjut, melibatkan dialog intensif dengan berbagai pihak, dan menekankan pentingnya partisipasi publik dalam membentuk kebijakan yang efektif dan implementatif di lapangan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
