Komdigi Umumkan Lelang Frekuensi 700MHz dan 2,6GHz Indonesia

Fitri A. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 129 dibaca
Bisik.id
Komdigi Umumkan Lelang Frekuensi 700MHz dan 2,6GHz Indonesia

Gambar atau konten salah?

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah resmi mengumumkan lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. Langkah ini dimaksudkan untuk memperkuat kualitas dan kecepatan internet di Indonesia, memfasilitasi penyebaran layanan 4G yang lebih merata serta mendorong adopsi 5G.

Di tengah pengumuman tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison menyatakan masih dalam proses internal. “Hingga saat ini, kami masih dalam tahap pembahasan internal dan belum terdapat detail informasi yang dapat kami bagikan kepada media. Kami akan menginformasikan perkembangan lebih lanjut seiring dengan progres yang berjalan,” ujar perwakilan Indosat.

Berbeda dengan Indosat, Telkomsel menyambut baik rencana Komdigi. Operator ini menilai kedua spektrum tersebut sebagai elemen penting dalam memperkuat ekosistem telekomunikasi nasional dan memperluas akses broadband yang cepat, stabil, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Sebagai operator digital terdepan, Telkomsel berkomitmen mendukung percepatan transformasi digital nasional. Kami terus melakukan persiapan teknologi dan pengembangan infrastruktur agar spektrum baru ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghadirkan layanan yang relevan dan berdampak,” tutur VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi.

Telkomsel berharap proses seleksi dapat berjalan lancar dan produktif. Menurutnya, pemanfaatan spektrum ini tidak hanya akan menambah nilai bagi industri, tetapi juga akan memperkuat daya saing sektor digital serta mendukung kesehatan industri dan investasi secara berkelanjutan.

Sementara itu, XLSmart sudah menunjukkan keyakinannya untuk ikut lelang. “Ya, kami berminat dan akan ikut serta dalam proses seleksi pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz tersebut,” kata Group Head Corporate Communications & Sustainability XLSmart, Reza Zahid Mirza.

Dalam seleksi ini, pemerintah menawarkan dua pita frekuensi strategis. Pertama, frekuensi 700 MHz dengan rentang 703–738 MHz (uplink) dan 758–793 MHz (downlink), menghasilkan lebar pita total 70 MHz. Kedua, frekuensi 2,6 GHz dengan rentang 2500–2690 MHz, memiliki lebar pita mencapai 190 MHz.

Frekuensi 700 MHz dianggap efektif untuk memperluas jangkauan sinyal hingga ke wilayah pelosok, sedangkan frekuensi 2,6 GHz unggul dalam menyediakan kapasitas besar untuk kebutuhan data berkecepatan tinggi, khususnya di daerah padat.

Komdigi juga menetapkan sejumlah kewajiban bagi pemenang seleksi. Operator seluler terpilih wajib menyediakan layanan 4G/LTE di desa dan kelurahan yang telah ditentukan, serta memulai implementasi teknologi 5G di berbagai kota dan kabupaten sesuai ketetapan pemerintah. Selain itu, pemenang diwajibkan memenuhi komitmen finansial berupa pembayaran biaya izin awal (up‑front fee), biaya tahunan penggunaan spektrum (BHP), serta jaminan pembayaran hingga masa izin berakhir.

Dengan dua spektrum strategis ini, pemerintah berharap dapat mempercepat penyebaran jaringan yang lebih luas dan berkapasitas tinggi. Operator-operator besar menunjukkan antusiasme dan kesiapan mereka untuk berpartisipasi, menandai langkah penting dalam evolusi infrastruktur telekomunikasi Indonesia.

frekuensi 700 MHzfrekuensi 2.6 GHzlelang spektrumTelkomselIndosat Ooredoo HutchisonXLSmartinfrastruktur telekomunikasi

Komentar

Memuat komentar...