Konflik Tengah Turunkan Pasokan Minyak, Harga Energi Naik 50%

Fitri A. · 2 min baca · 4 bulan lalu · 107 dibaca
Bisik.id
Konflik Tengah Turunkan Pasokan Minyak, Harga Energi Naik 50%

Gambar atau konten salah?

Perang di Timur Tengah antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel mengganggu pasokan energi global. Akibatnya, negara-negara harus memilih antara membayar lebih atau mengurangi konsumsi.

Konflik memengaruhi jalur penting, Selat Hormuz, yang biasanya mengalir 20% pasokan minyak dan gas dunia. Serangan pada fasilitas energi menurunkan pasokan secara signifikan.

Harga energi naik sekitar 50%. Minyak acuan mencapai US$ 110 per barel, beberapa jenis minyak Timur Tengah mendekati US$ 164 per barel.

IEA menyebut krisis ini sebagai gangguan energi terburuk dalam sejarah, lebih parah dari embargo minyak 1970‑an.

Dan Pickering, kepala investasi Pickering Energy Partners, mengatakan: “Anda tidak akan bisa mengatasi ini hanya dengan upaya penghematan. Yang akan terjadi adalah kenaikan harga yang cukup tinggi sehingga orang‑orang berhenti mengonsumsi.” (22 Maret 2026)

Beberapa negara menurunkan cadangan minyak darurat, ratusan juta barel. Namun analis menilai langkah ini tidak cukup untuk menutup kekurangan pasokan bila konflik berlangsung lama.

Karena harga melonjak, pemerintah mulai menghemat energi: mengurangi listrik, bahan bakar, mendorong transportasi publik, membatasi konsumsi industri. Thailand memerintahkan pegawai negeri menabung energi, menangguhkan perjalanan luar negeri, menggunakan tangga alih‑alih lift. Bangladesh menutup kampus, Sri Lanka memberlakukan penjatahan bahan bakar. China melarang ekspor bahan bakar olahan. Inggris menurunkan batas kecepatan untuk menghemat bahan bakar. Banyak negara menerapkan kerja dari rumah untuk menghemat BBM.

Krisis ini memengaruhi sektor lain. Gangguan perdagangan pupuk, yang sebagian besar melewati Teluk, membuat harga pupuk naik 30‑40%. Produksi di beberapa negara terpaksa dihentikan. Jika berlanjut, hasil panen global dapat turun dan pasokan pangan dunia menurun.

Konflik juga mengganggu rantai pasok helium, obat‑obatan, dan logistik, menekan industri dan menaikkan harga barang bagi konsumen.

Ketegangan di Timur Tengah menekan pasokan energi, memaksa negara menyesuaikan kebijakan energi dan memengaruhi harga bahan pokok serta rantai pasok global.

Perang Timur TengahSelat Hormuzpasokan energiharga minyakkebijakan energirantai pasok globalpenjatahan bahan bakarkrisis energi

Komentar

Memuat komentar...