Konsumsi Daging: 4 Cara Sehat di Rumah untuk Pola Makan Seimbang
Gambar atau konten salah?
Memakan daging setiap hari tidak selalu berarti buruk bagi kesehatan. Yang penting, kita harus memperhatikan beberapa hal supaya daging tetap menjadi bagian asupan bergizi seimbang.
Daging masih menjadi salah satu sumber protein favorit banyak orang. Selain mengenyangkan, daging mengandung protein, zat besi, vitamin B12, serta mineral penting lainnya. Menurut ahli gizi Natalie Rizzo, daging bisa tetap masuk pola makan sehat jika dipilih dengan cermat, dimasak dengan metode yang tepat, dan dikombinasikan dengan makanan pendamping yang sehat.
Berikut empat cara sederhana yang bisa dipraktikkan di rumah untuk menikmati daging dengan lebih sehat:
- Pilih Bagian Rendah Lemak
Tidak semua potongan daging memiliki kandungan lemak yang sama. Bagi yang rutin mengonsumsi daging, lebih baik memilih bagian yang rendah lemak atau lean meat. Rizzo merekomendasikan unggas seperti ayam dan kalkun, serta ikan sebagai pilihan utama. Protein hewani ini tetap kaya nutrisi, namun biasanya mengandung lemak jenuh lebih sedikit dibandingkan daging merah. Untuk ayam, bagian dada tanpa kulit menjadi pilihan yang lebih sehat. Pada daging sapi, pilih potongan yang minim marbling atau lemak yang terlihat jelas. - Batasi Asupan Daging Merah
Daging merah seperti sapi, kambing, dan domba memang kaya zat besi dan protein. Namun, konsumsi berlebihan dapat meningkatkan asupan lemak jenuh, yang berdampak pada kadar kolesterol. Rizzo menyarankan membatasi konsumsi daging merah sekitar satu porsi per minggu. Meskipun bukan rekomendasi resmi, pendekatan ini dapat membantu mengurangi lemak jenuh secara keseluruhan. Selain itu, hindari daging olahan seperti sosis, bacon, ham, atau kornet. Penelitian menunjukkan daging olahan biasanya mengandung lebih banyak garam dan lemak, sehingga lebih baik dikonsumsi sesekali saja. - Perhatikan Cara Masak
Metode memasak sangat memengaruhi kualitas gizi. Rizzo menyarankan menggunakan minyak sehat seperti minyak zaitun atau minyak alpukat bila diperlukan. Teknik memasak dengan sedikit minyak umumnya lebih disarankan. Cara memasak bersuhu rendah—seperti merebus, mengukus, membuat semur, atau memanggang perlahan—lebih baik. Ketika daging dibakar pada suhu sangat tinggi hingga bagian yang hangus, dapat terbentuk senyawa karsinogenik. Jangan lupa menambahkan serat pendamping seperti sayur atau protein nabati. - Lengkapi Asupan Nabati
Seringkali, daging menjadi pusat makanan sementara sayuran hanya menjadi pelengkap kecil. Ahli gizi menyarankan agar piring makan didominasi oleh bahan pangan nabati. Sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, serta legum mengandung serat, vitamin, dan antioksidan yang tidak ditemukan dalam jumlah besar pada daging. Kehadiran makanan nabati membantu menyeimbangkan pola makan. Bagi yang ingin mulai mengurangi konsumsi daging, Rizzo menyarankan mengurangi porsi daging dan menambahkan sumber protein nabati seperti tempe, tahu, atau kacang merah. Bahkan, mencoba satu hingga beberapa hari tanpa daging setiap minggu bisa menjadi langkah awal menuju pola makan lebih sehat.
Dengan memperhatikan jenis potongan, membatasi daging merah, memilih cara masak yang lebih sehat, dan menambah makanan nabati, konsumsi daging bisa tetap menjadi bagian dari pola makan seimbang. Praktik sederhana ini dapat membantu menjaga kesehatan tanpa harus menghilangkan daging sepenuhnya.
02 Juni 2026
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kemenkes Luncurkan Cek Hati Gratis untuk Deteksi Fatty Liver
Kopi Manis Jakarta: Gula dan Lemak Memperburuk Hati
Mengenang Otak: Mengapa Melupakan Lebih Penting Bawah Sadar
Ivan Fahrurozi: Kembali Normal Setelah Transplantasi
5 Kasus Mpox Baru Terkait Sauna Hutong, Hong Kong Menangani
Menteri Kesehatan: BPJS Tidak Naik Iuran, Dana 20 Triliun
Berita Terbaru
BPUPKI: Lembaga Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia
Hari Asyura 10 Muharram: Nilai Sejarah dan Amalan 25 Juni
Tulungagung Siapkan Rp45 Miliar Pilkades 2027 Di 243 Desa
UniLeague 2026: STKIP Cimahi Kalahkan UPI 2-1, UKI 3-1 UMJ
City Tawarkan 106 Juta Paun, Forest Pinta 125 Juta
Menteri UMUM: Harga Bahan Bangunan Naik, Proyek Tetap Normal
Kemen PU: Rp 219,81 Triliun 2027, Rp 98,47 Triliun Tersedia
PTBSI Adakan Pelatihan UMKM 20 Perempuan di Banyuwangi
Suporter Brasil Buka Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca
Meksiko vs Afrika Selatan: Laga Pembuka Piala Dunia 2026