Kopi Sekanak 11 Rempah, Unik di Tanjung Pinang
Gambar atau konten salah?
Tanjung Pinang, ibu kota Provinsi Kepulauan Riau, dikenal sebagai pusat tradisi Melayu di Indonesia. Kota ini menyimpan banyak warisan budaya, mulai dari peninggalan sejarah hingga kuliner khas.
Sebagai wilayah kepulauan, Tanjung Pinang memiliki budaya kopi yang kuat, mirip dengan daerah kepulauan lainnya. Ada satu tempat kopi yang cukup populer, bahkan menarik perhatian pengunjung dari Malaysia dan Singapura.
Tempat itu bernama Istana Hinggap Kopi Sekanak Dapoer Melayoe. Dari namanya, jelas terlihat bahwa tempat ini sangat kental dengan nuansa kuliner Melayu.
Menu utama di sana adalah Kopi Sekanak, yang diberi julukan "Kopinya Para Raja". Saat pertama kali masuk, pengunjung akan bertemu langsung dengan pemiliknya, Datuk Teja Alhabd, seorang sastrawan asli Kepulauan Riau.
Datuk Teja Alhabd biasanya akan merekomendasikan berbagai tingkatan Kopi Sekanak. Kopi ini disajikan dalam pilihan 7 rempah, 9 rempah, dan 11 rempah. Tingkatan ini disebut merupakan sajian istimewa yang dahulu dinikmati di istana raja.
Bagi penggemar kopi sejati, sangat disarankan untuk mencoba Kopi Sekanak 11 rempah. Kopi ini menawarkan cita rasa yang kuat dan khas bagi penikmat kopi.
Sambil menikmati kopi, Datuk Teja Alhabd sering berbagi cerita mengenai filosofi Kopi Sekanak dan cara menikmatinya yang benar. Cara minum Kopi Sekanak ini cukup unik dan memiliki aturan tak tertulis tersendiri.
Proses menikmati kopi ini melibatkan beberapa tahapan. Pengunjung disarankan meminumnya perlahan. Minuman ini juga dinikmati bersama kue batang buruk. Proses kenikmatan itu kemudian dinetralkan dengan air sepang.
Satu hal yang perlu diperhatikan: jangan mencoba meminum atau menyeruput kopi secara langsung. Tindakan itu dianggap menghilangkan momen kenikmatan otentik Kopi Sekanak.
Pengalaman minum kopi ini menjadi bagian dari daya tarik Tanjung Pinang.
Ringkasan:
Istana Hinggap Kopi Sekanak Dapoer Melayoe di Tanjung Pinang menawarkan Kopi Sekanak, minuman tradisional Melayu dengan pilihan 7, 9, atau 11 rempah. Pemiliknya, Datuk Teja Alhabd, menjelaskan filosofi minum kopi ini yang harus dilakukan perlahan, ditemani kue batang buruk, dan dinetralkan dengan air sepang. Kopi ini dikenal karena cara menikmatinya yang berbeda dari kopi biasa.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kisah Pembuatan Perahu Kayu Tradisional Desa Kemujan Penuh
Kebun Raya Cibodas: Edukasi Alam & Tiket Transparan
Keluarga Nikmati Patung Murugan di Batu Caves dan Ritual
Warung Moerni 78: Tradisi Bistik Sapi dan Es Teler Durian
Kampung Karanganyar: Tenun Sutra Tradisional Terus Berkembang
Wayang Kulit dalam Ibadah Sabtu Sunyi Paskah, Yogyakarta
Berita Terbaru
Persaingan Tinggi pada UTBK Plus Unair 2026 Untuk Mahasiswa
Influencer Jakarta Viral Cosplay Disabilitas, Kontroversial
Prabowo Tekankan Standar 8 Potong Ayam MBG, Kumink Jelaskan
Gamelan Bali dan Tarian Tampil di Pagi SF Indo Cita
Wuling Eksion: SUV Plug‑In Hybrid dengan Empat Mode Energi
Indonesia vs Timor Leste: Duel AFF U-19 2026 Live Streaming
Fadia/Tiwi Raih Kemenangan di Perempatfinal Indonesia Open
Debat Tutup Program Studi: Wisnu vs Menteri Yuliarto
