Komedian Temon Meninggal karena Serangan Jantung
Gambar atau konten salah?
Komedian Simson Rarameha Ngadang, yang lebih akrab disapa Temon, meninggal dunia pada Minggu, 12 Juli 2026, pukul 08.42 WIB. Ia mengembuskan napas terakhir di usia 59 tahun.
Temon diketahui memiliki riwayat tekanan darah tinggi. Penyebab kematiannya adalah serangan jantung. Namun, selama hidupnya, ia tidak pernah mengeluhkan rasa sakit di hadapan anak-anaknya.
"Kadang sih dengernya ditahan sih. Jadi yang sering ngurus Papa kan ada kakak sama abang kan. Jadi saya kurang tahu detailnya kayak gimana, cuma sering dikabarin update-annya saja gimana, terus sering nanya kabar gitu," kata putri kelimanya, Rambu.
"Kalau ngeluh ke saya sih enggak. Kayak di depan saya kayak ya sudah kuat gitu," sambungnya.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi yang dibiarkan terlalu lama bisa merusak dinding pembuluh darah. Kerusakan ini memicu robekan kecil. Tubuh kemudian mengirim sel-sel khusus untuk memperbaiki area yang rusak tersebut.
Seiring waktu, kolesterol dan lemak menumpuk di tempat-tempat yang rusak. Penumpukan itu membentuk plak. Kondisi ini disebut aterosklerosis, yaitu penyumbatan akibat plak yang menumpuk. Akibatnya, bagian dalam arteri menyempit dan menghalangi aliran darah menuju jantung.
Aliran darah juga bisa terhambat jika plak pecah atau terlepas dan membentuk gumpalan. Saat aliran darah terhambat, bagian jantung tidak mendapat oksigen dan nutrisi. Maka terjadilah serangan jantung.
Gejala serangan jantung yang paling umum adalah nyeri dada. Tanda lainnya meliputi:
- Nyeri atau rasa tidak nyaman di lengan, punggung, leher, rahang, atau perut.
- Sesak napas, dengan atau tanpa rasa tidak nyaman di dada.
- Mual atau pusing.
Temon meninggal karena serangan jantung yang dipicu hipertensi. Ia tidak pernah mengeluh sakit di depan anak-anaknya, meski tekanan darah tinggi sudah lama ia derita. Rambu, putri kelimanya, mengaku hanya mendapat kabar perkembangan kondisi ayahnya dari kakak-kakaknya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
