KPK Sita Emas dan Valas Miliaran dari Bupati Sukoharjo
Gambar atau konten salah?
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sembilan orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang menyasar Bupati Sukoharjo, Etik Suryani. Selain menahan sejumlah individu, penyidik juga menyita berbagai barang bukti, termasuk emas batangan dan mata uang asing.
Barang bukti yang disita memiliki nilai total mencapai miliaran rupiah. Mata uang asing yang diamankan antara lain dolar Australia dan dolar Singapura. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan hal ini di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Jumat, 10 Juni 2026.
"Tim juga mengamankan barang bukti di antaranya dalam bentuk logam mulia, kemudian uang tunai baik rupiah maupun valas, ada dolar Australia kemudian juga ada dolar Singapura. Totalnya mencapai miliaran rupiah," kata Budi Prasetyo.
Saat ini Etik Suryani sudah berada di gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan. Sebelumnya, ia diperiksa di Mapolresta Solo. Kini ia akan menjalani pemeriksaan intensif di kantor KPK.
"Para pihak saat ini yang sudah tiba di Gedung Merah Putih KPK langsung dilakukan pemeriksaan secara intensif begitu pula beberapa lainnya juga masih menjalani pemeriksaan di Polresta Surakarta," jelas Budi.
Etik Suryani ditangkap dalam kasus dugaan pemerasan. Ia diperiksa di Mapolresta Solo sejak Kamis malam, 9 Juli, hingga Jumat subuh, 10 Juli. Setelah itu, ia dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Semua pihak yang terjaring OTT ini masih berstatus terperiksa. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum mereka. Keputusan apakah mereka akan ditetapkan sebagai tersangka atau tidak akan diumumkan dalam waktu dekat.
Operasi tangkap tangan ini menunjukkan bahwa KPK terus melakukan pengawasan terhadap penyelenggara negara. Dari barang bukti yang disita, terlihat bahwa kasus ini melibatkan nilai ekonomi yang besar, dengan logam mulia dan valuta asing sebagai bagian dari temuan di lapangan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
