KSP Dudung Lihat Progres Sekolah Rakyat Jawa Barat II 65%
Gambar atau konten salah?
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Barat II di Cikarang, Kabupaten Bekasi pada Senin, 18 Mei 2026. Proyek yang dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya (Persero) merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas bagi masyarakat rentan.
Di lokasi, KSP Dudung melihat struktur bangunan yang akan melayani sekitar 900 hingga 1.080 siswa, dibagi menjadi 36 rombongan belajar di jenjang SD, SMP, dan SMA. Proyek ini direncanakan menjadi fasilitas pendidikan unggulan yang juga menyediakan asrama bagi para siswa.
“Ini sebagai bukti nyata keseriusan Presiden, tentunya saya dari KSP ini adalah melaksanakan pengawasan dan pengendalian secara langsung program prioritas unggulan Bapak Presiden. Salah satunya adalah sekolah rakyat,” tegas Dudung dalam keterangannya, Rabu, 20 Mei 2026.
Menurut data per 17 Mei 2026, progres fisik pembangunan telah mencapai 65,24 persen, melampaui target rencana awal sebesar 53,66 persen atau mengalami deviasi positif sebesar 11,58 persen. Sementara itu, penyelesaian struktur bangunan telah mencapai 89,5 persen dan saat ini pekerjaan difokuskan pada tahap finishing arsitektur, Mechanical, Electrical and Plumbing (MEP), serta penyediaan furnitur.
Dudung menyampaikan apresiasi tingginya terhadap percepatan pembangunan yang menunjukkan hasil luar biasa. KSP berharap proyek ini dapat selesai tepat waktu sehingga segera dimanfaatkan pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Untuk memastikan percepatan penyelesaian proyek berjalan optimal, koordinasi lintas kementerian dan lembaga terus diperkuat, termasuk dukungan utilitas dasar seperti listrik, air bersih, sanitasi, dan keamanan kawasan asrama.
Secara singkat, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas dan ketepatan waktu penyelesaian proyek strategis tersebut. “Brantas Abipraya berkomitmen penuh mendukung program pemerintah dalam pembangunan Sekolah Rakyat sebagai sarana pendidikan yang inklusif dan berkualitas. Dengan progres saat ini yang telah mencapai 65,24 persen, kami optimistis proyek dapat diselesaikan sesuai target melalui percepatan pekerjaan finishing, optimalisasi sumber daya, serta penerapan strategi adaptif terhadap kondisi cuaca di lapangan,” kata Dian Sovana.
Perusahaan juga terus mengoptimalkan mobilisasi tenaga kerja dan peralatan konstruksi guna menjaga produktivitas proyek. Tercatat kapasitas tenaga kerja di lapangan mencapai sekitar 795 orang untuk mendukung percepatan penyelesaian sisa pekerjaan dalam waktu 39 hari ke depan.
Dengan demikian, Sekolah Rakyat Jawa Barat II diharapkan menjadi salah satu fasilitas pendidikan unggulan yang mampu memberikan akses pendidikan dan asrama berkualitas bagi masyarakat, sekaligus mendukung pemerataan pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.
akd/ega
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
