Kucing Tak Pilih Gender, Hanya Cari yang Beri Makan

Surya B. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Kucing Tak Pilih Gender, Hanya Cari yang Beri Makan

Gambar atau konten salah?

Belakangan ini, media sosial diramaikan dengan klaim yang menyebutkan bahwa kucing lebih menyukai perempuan dan hanya mendekati pria saat ingin minta makan. Pernyataan ini langsung memicu beragam reaksi warganet. Ada yang menganggapnya lucu, ada pula yang penasaran apakah klaim tersebut benar adanya.

Banyak warganet membagikan cerita pribadi mereka. Kucing peliharaan di rumah, kata mereka, tampak lebih manja kepada ibu, kakak perempuan, atau anggota keluarga perempuan lainnya. Fenomena ini kemudian meluas menjadi perbincangan yang lebih besar di media sosial. Seolah-olah kucing benar-benar punya preferensi gender tertentu saat berinteraksi dengan manusia.

Tapi, benarkah begitu? Apakah kucing hanya mendekati pria untuk minta makan? Jawabannya ternyata tidak sesederhana itu. Perilaku kucing jauh lebih kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor.

Menurut jurnal berjudul 'Analisis Perilaku Harian Kucing (Felis silvestris catus) di Lingkungan Sekitar Rumah' yang ditulis oleh Rendi Gustaf dan kawan-kawan, kucing adalah hewan karnivora. Mereka sudah berinteraksi dengan manusia selama lebih dari 9.500 tahun. Interaksi ini menjadi bagian dari perilaku sehari-hari kucing, selain makan, tidur, dan bermain.

Penelitian itu juga menjelaskan bahwa pola aktivitas kucing yang terus berulang dipengaruhi oleh lingkungan dan interaksi dengan manusia di sekitarnya. Kucing tidak punya kemampuan untuk membedakan manusia berdasarkan gender. Mereka hanya merespons stimulus yang mereka alami secara langsung.

Salah satu perilaku kucing yang relevan dengan isu ini disebut etepimeletic. Perilaku ini menunjukkan pola ketertarikan atau ketergantungan kucing pada individu yang memberi mereka makanan dan perawatan. Artinya, hubungan kucing dengan manusia terbentuk berdasarkan pola interaksi yang terjadi selama ini, bukan karena perbedaan jenis kelamin.

Selain itu, dalam jurnal 'Karakteristik Kucing Domestik' oleh Rosdiana Ngitung, disebutkan bahwa kucing memiliki perilaku investigative. Perilaku ini membuat kucing mengamati dan mengenali lingkungan melalui indera penciumannya yang tajam. Kucing sering menggunakan kemampuan ini untuk mengidentifikasi objek, termasuk individu di sekitarnya.

Suara, gerakan, dan aroma tubuh manusia menjadi stimulus yang membangun kedekatan antara kucing dengan manusia, terutama pemiliknya. Kucing cenderung mengasosiasikan individu yang memberi mereka makan dan perawatan sebagai sosok yang aman dan nyaman. Itulah sebabnya kucing senang mendekati siapa pun—baik laki-laki maupun perempuan—yang sering memberi mereka makanan.

Jadi, klaim bahwa kucing hanya mendekati pria untuk minta makan tidak sepenuhnya tepat. Perilaku kucing pada dasarnya berlaku untuk semua manusia, tanpa terhalang oleh gender. Kucing merespons pola interaksi, bukan jenis kelamin.

Singkatnya, kucing tidak peduli Anda laki-laki atau perempuan. Yang mereka pedulikan adalah siapa yang memberi makan, merawat, dan menciptakan rasa aman bagi mereka. Itulah inti dari hubungan kucing dan manusia.

kucingperilakugendermitosinteraksimakananpenelitian

Komentar

Memuat komentar...