Kunjungan ke Longi Tiongkok Dorong Solar Berkembang Indonesia
Gambar atau konten salah?
Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi, mengunjungi fasilitas raksasa energi surya Longi Green Energy Technology di Tiongkok pada 15 April 2026. Kunjungan tersebut menandai langkah penting dalam mendorong pengembangan industri energi terbarukan di Indonesia.
Sesampainya di sana, ia disambut langsung oleh Chairman Baoshen Zhong dari Longi. Kunjungan ini dianggap penting bagi Indonesia karena fasilitas perusahaan tersebut memiliki kualitas tinggi.
Rosan menegaskan bahwa penguatan industri energi surya menjadi salah satu fokus dalam kunjungan ke fasilitas LONGI Green Energy Technology di Tiongkok, seiring dengan upaya mendorong pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia, kata ia dalam postingan Instagram @rosanroeslani pada hari Rabu.
Ia juga menyampaikan harapan bahwa kerja sama ini akan menjadi bagian dari transformasi energi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem industri energi terbarukan global. “Kami berharap ini menjadi bagian dari transformasi energi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem industri energi terbarukan global,” tambahnya.
Diskusi menyoroti peluang kolaborasi, termasuk pengembangan teknologi fotovoltaik, peningkatan kapasitas manufaktur, dan integrasi rantai pasok. “Peluang kolaborasi yang mencakup pengembangan teknologi fotovoltaik, peningkatan kapasitas manufaktur, serta integrasi rantai pasok ini dapat mendukung hilirisasi industri secara baik,” ujar Rosan.
Langkah ini selaras dengan kebijakan pemerintah yang terus mendorong hilirisasi industri energi, menambah potensi pasar domestik dan memperkuat posisi Indonesia di pasar global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
