Lakers PHK Selusin Karyawan, Ganti Manajemen dan Investasi
Gambar atau konten salah?
Klub basket NBA, Los Angeles Lakers, mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi lebih dari selusin karyawan. PHK tersebut menargetkan divisi pemasaran, komunikasi tim, konten tim, dan kemitraan korporasi.
Menurut ESPN, PHK ini terjadi setelah pengusaha Mark Walter resmi mengambil alih Lakers pada 28 Mei 2026. Valuasi klub mencapai US$ 10 miliar atau sekitar Rp 178 triliun (kurs Rp 17.800 per dolar). Langkah ini menandai akhir hampir 50 tahun kepemilikan keluarga Buss.
Di beberapa bulan terakhir, Lakers telah melakukan perubahan signifikan di jajaran manajemen bisnis. Lon Rosen ditunjuk sebagai presiden operasi bisnis menggantikan Tim Harris. Michael Spetner direkrut sebagai Kepala Strategi dan Pertumbuhan, sementara Ryan Kantor menjabat Wakil Presiden Kemitraan Global.
Di sisi olahraga, Lakers terus memperluas timnya. Rob Pelinka, presiden operasi bola basket dan manajer umum, mengangkat Tony Bennett, peraih dua kali penghargaan Pelatih Terbaik Naismith dan juara NCAA di Universitas Virginia, sebagai konsultan dan penasihat draft. Minggu ini, klub juga merekrut Rohan Ramadas sebagai asisten manajer umum strategi dan sistem data.
Pelinka menegaskan bahwa Lakers akan berinvestasi dalam infrastruktur pelatihan pemain. Rencana tersebut mencakup pembangunan laboratorium biomekanik, laboratorium gerakan baru, dan laboratorium pemulihan di fasilitas latihan UCLA Health Training Center.
Dengan langkah-langkah ini, Lakers menegaskan fokusnya pada efisiensi operasional sekaligus pengembangan atletik, menyiapkan diri untuk kompetisi yang semakin ketat di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
