Lamongan Siap Puncak Suhu 35°C Musim Kemarau, Warga Pekerja Peringatan
Gambar atau konten salah?
Lamongan di pesisir utara Jawa Timur diprediksi menjadi daerah dengan suhu paling panas saat puncak musim kemarau nanti. BMKG menyebut wilayah ini berpotensi mencapai suhu hingga 35 derajat celsius.
Prakirawan BMKG Juanda, Rendy Irawadi, mengatakan suhu panas di Jawa Timur saat ini masih berkisar antara 33 hingga 34 derajat celsius berdasarkan pengamatan dari 12 stasiun cuaca. Namun, Lamongan sering mencatat suhu lebih tinggi dibanding wilayah lain. “Biasanya kalau dari data alat pengamatan AWS (Automatic Weather Station), itu biasanya cenderung lebih tinggi (suhu) wilayah sekitaran Lamongan,” kata Rendy.
Menurutnya, saat puncak musim kemarau nanti suhu di Lamongan bisa tembus 35 derajat celsius. Kondisi itu dipengaruhi letak geografis Lamongan yang berada di kawasan pesisir dengan tutupan awan cenderung rendah saat musim kemarau.
“Lamongan lebih panas emang biasanya. Karena emang lokasinya kan selain cenderung daerah pesisir, tutupan awannya cukup rendah untuk wilayah Lamongan selama periode musim kemarau sehingga intensitas pemanasannya juga cukup tinggi,” ujarnya. “Dari rata-ratanya itu biasanya ketika nanti di puncak musim kemarau, itu bisa sampai 35 derajat kalau untuk Lamongan,” imbuh Rendy.
Meskipun puncak kemarau diperkirakan masih beberapa pekan lagi, hawa panas di Lamongan sudah mulai terasa menyengat dalam beberapa hari terakhir. Matahari saat siang terasa seperti ‘menempel’ di atas kepala, terutama bagi warga yang bekerja di luar ruangan.
Hosea, pekerja di kawasan pesisir Paciran, Lamongan, mengaku panas paling terasa saat tengah hari hingga awal sore. “Terutama jam 12 sampai jam 2 siang. Panasnya itu kayak panas kering,” kata Hosea kepada detikJatim, Minggu (10/5/2026). Menurutnya, suhu panas di wilayahnya pada Minggu (10/5/2026) bahkan mencapai sekitar 33 derajat celsius.
Sebagai pekerja lapangan, ia harus tetap beraktivitas di tengah terik matahari meski kulitnya menjadi belang akibat paparan panas. “Pakai sarung tangan pasti, tapi tangan tetap belang (karena panas),” ujarnya.
Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat, terutama pekerja luar ruangan, untuk mengurangi paparan matahari langsung pada pukul 11.00-13.00 WIB yang menjadi waktu dengan intensitas sinar UV tertinggi. Warga juga diminta menggunakan pelindung diri seperti sunscreen, topi, dan pakaian lengan panjang, serta memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi akibat cuaca panas.
Dengan suhu yang terus naik, warga Lamongan diharapkan dapat menyesuaikan aktivitas harian dan melindungi diri dari panas terik, sehingga kesehatan tetap terjaga selama musim kemarau.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Sekretaris Dinas Bangkalan Tewas Misterius di Mobil Dinas Bandara
Antrean Truk BBM di Pasuruan, Kemacetan Parah di Pantura
Matchday 2 Piala Dunia 2026 Rampung, 7 Tim Lolos ke 32 Besar
Tiga Pemuda Tewas di Baron, Polisi Pastikan Kecelakaan Murni
Truk Pertamina Ditahan Dua Hari di SPBU Banyuwangi
Harapan Hidup Banyuwangi Naik, Lansia Dilibatkan Rancang Kebijakan
Berita Terbaru
Toyota Fortuner Pelat Merah Dilelang, Pajak Cuma Rp 1,8 Juta
Tecno Rilis EllaClaw, Agen AI yang Bisa Otomatiskan Tugas Ponsel
Ahli Bantah Gempa California dan Jepang Saling Terkait
Jepang Kembali Gagalkan Tim Eropa, Lolos ke 32 Besar Piala Dunia
Bali Siapkan 3 Kawasan Surga Pajak, Pajak 0% Ditawarkan
Jokowi ke Lampung Jumat, Ajak Warga Foto Bersama
Sekretaris Dinas Bangkalan Tewas Misterius di Mobil Dinas Bandara
