Lebaran Betawi 2026: Tiga Hari Persatuan di Lapangan Banteng

Guntur P. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 94 dibaca
Bisik.id
Lebaran Betawi 2026: Tiga Hari Persatuan di Lapangan Banteng

Gambar atau konten salah?

Lebaran Betawi 2026 kembali diselenggarakan di Jakarta Pusat, menambah warna budaya akhir pekan warga kota. Acara ini berlokasi di Lapangan Banteng, sebuah ruang terbuka yang sering menjadi panggung bagi perhelatan rakyat.

Acara ini menonjolkan semangat persatuan dan pelestarian tradisi Betawi. Tema yang diangkat adalah “Lebaran Betawi untuk Jakarta: Memperkokoh Persatuan Dalam Merawat Tradisi Menuju Jakarta Kota Global”. Tema ini menegaskan bahwa perayaan Lebaran Betawi bukan sekadar pesta, melainkan ajang memperkuat ikatan sosial di tengah kota yang terus berkembang.

Berlangsung selama tiga hari, Lebaran Betawi 2026 dimulai pada hari Jumat, 10 April 2026, dan berakhir pada hari Minggu, 12 April 2026. Setiap hari dipenuhi dengan berbagai kegiatan yang mengundang warga dan wisatawan untuk merasakan nuansa Betawi yang kaya.

Pemilihan Lapangan Banteng sebagai tempat acara mendapat sambutan hangat dari Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi, Fauzi Bowo. Ia menyatakan, “Ini setup yang saya kira sangat tepat untuk Lebaran Betawi. Mudah-mudahan ini bisa menjadi tempat yang tetap untuk penyelenggaraan Lebaran Betawi ke depan. Dulu-dulu belum begini suasananya, sehingga saya kira sekarang memang lebih tepat Lebaran Betawi itu diselenggarakan di Lapangan Banteng, tempat bersejarah ini.”

Dalam sambutannya, Fauzi Bowo menekankan pentingnya menjaga esensi tradisi Betawi agar tetap hidup di kalangan generasi muda. Ia menyoroti adat sederhana, yaitu bersalaman. “Salam-salaman, kalau orang Betawi asli cium tangan dia. Tapi sekarang generasi yang berikutnya ini kalau cium tangan ditaruh di kepalanya, bukan di sini (pipi). Itu juga satu tradisi yang saya kira harus kita kembalikan. Begitu ya,” tambahnya.

Salah satu sorotan utama selama Idul Fitri Betawi adalah prosesi anter-anteran atau hantaran. Pada pagi hari, delegasi dari wilayah kota dan kabupaten menyerahkan keranjang hantaran kepada pemimpin lokal, termasuk Gubernur dan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Proses ini menampilkan kerendahan hati dan rasa hormat yang mendalam.

Fauzi Bowo meluangkan waktu untuk mengklarifikasi kesalahpahaman umum tentang tradisi ini. Ia menegaskan, “Ini saya kira merupakan satu (hal) yang baik, yang patut juga kita lestarikan ke depan. Sekali lagi, bukan gratifikasi. Jadi kalau yang begini dihitung gratifikasi, dia kurang memahami adat istiadat dari masyarakat yang ada di sini.”

Untuk para pengunjung yang mencari destinasi akhir pekan di Jakarta, Lebaran Betawi 2026 menawarkan berbagai kegiatan menarik. Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata serta Ekonomi Kreatif DKI Jakarta telah menyiapkan rangkaian acara yang meliputi Prosesi Hantaran Lebaran Betawi, pertunjukan seni tradisional seperti Lenong, Tari Topeng, Ondel‑ondel, Tanjidor, Silat, serta alunan Gambang Kromong. Selain itu, pengunjung dapat menikmati permainan tradisional Betawi, sajian kuliner khas, dan pertunjukan musik yang meriah.

Acara ini terbuka untuk umum secara gratis. Pada hari Sabtu dan Minggu, 11–12 April 2026, rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi, pukul 07.00 WIB, dan berlangsung hingga selesai. Setiap sesi dirancang untuk memberi pengalaman budaya yang mendalam bagi semua kalangan.

Dengan tiga hari penuh kegiatan, Lebaran Betawi 2026 menjadi ajang penting bagi warga Jakarta untuk merayakan tradisi Betawi sekaligus mempererat persatuan. Acara ini menegaskan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui perayaan yang inklusif dan penuh rasa hormat terhadap adat.

Lebaran BetawiJakartaLapangan BantengTradisi BetawiProsesi HantaranPersatuanBudaya Betawi

Komentar

Memuat komentar...