Ledakan Pipa Steam PT MCCI di Cilegon, Kemenperin Tanggap
Gambar atau konten salah?
Pada Senin, 25 Mei 2026, terjadi ledakan pada pipa steam reactor di fasilitas produksi PT Merak Chemical Indonesia (PT MCCI) di Cilegon, Banten. Perusahaan ini memproduksi purified terephthalic acid (PTA).
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) segera membuka suara. Juru Bicara Febri Hendri Antoni Arief menegaskan bahwa Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, bergerak cepat dan menginstruksikan jajaran turun langsung ke lapangan.
Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) serta Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) mengirim tim pengawasan dan pengendalian (Wasdal) ke lokasi. Tim ini berkoordinasi dengan manajemen PT MCCI, aparat terkait, dan pemerintah daerah.
"Bapak Menteri Perindustrian memberikan perhatian terhadap insiden tersebut dan langsung menginstruksikan jajaran teknis untuk turun ke lapangan melakukan pengawasan, koordinasi, serta memastikan kondisi operasional industri dan keselamatan pekerja serta masyarakat disekitar lokasi agar dapat segera ditangani secara optimal," kata Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief di Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Febri menegaskan bahwa keselamatan kerja dan keamanan operasional industri adalah prioritas utama, khususnya di sektor kimia yang memiliki risiko tinggi.
Selain pengawasan, Kemenperin meminta PT MCCI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan proses produksi, kelayakan peralatan industri, dan penerapan standar Keselamatan dan Keamanan yang lebih ketat.
"Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pelaku industri agar terus meningkatkan disiplin operasional, penerapan keamanan dan keselamatan operasional produksi serta preventive maintenance terhadap fasilitas produksi guna meminimalkan potensi gangguan maupun kecelakaan industri," lanjut Febri.
Kemenperin akan terus memantau perkembangan penanganan insiden hingga kondisi operasional dinyatakan aman dan stabil. Koordinasi lintas kementerian, lembaga, aparat penegak hukum, dan pemerintah daerah juga terus dilakukan untuk mendukung proses investigasi dan pemulihan operasional secara bertahap.
Insiden ini menegaskan pentingnya pengawasan, evaluasi, dan disiplin operasional di industri kimia, serta perlunya standar keselamatan yang ketat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Subsidi & Kompensasi Semester I 2026 Capai Rp233 Triliun
SIPASTI Anti-Korupsi Diperluas ke Pemda, Target Rilis Agustus 2026
Menkeu Andalkan Coretax dan PHK Pegawai Pajak
India Minta Tambahan Batu Bara dan Investasi Migas ke RI
Purbaya Jadwalkan Makan Siang dengan Said Iqbal Bahas Pajak JHT
Pasar Karbon Indonesia Resmi Berjalan, Zulhas Targetkan Manfaat Untuk Masyarakat
Berita Terbaru
18 Tim OPD Trenggalek Bertanding di Turnamen Futsal
Nenek Buta Huruf di Jombang Terjerat Utang Rp 140 Juta
Merek Teh China Didenda Rp27 M Gegara Logo Mirip Louis Vuitton
Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia
Martinez Sebut Ronaldo Ikon Sepak Bola Jelang Piala Dunia 2026
KBB Sambut Reaktivasi Bandara Husein 2026
Kecelakaan Kerja Lagi di PLTSa Solo, Tangan Patah
Argentina Vs Mesir: Messi Incar 8 Gol di Piala Dunia
