Lemigas Bisa Impor Minyak Mentah, Termasuk Rusia & Afrika

Dewi M. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 77 dibaca
Bisik.id
Lemigas Bisa Impor Minyak Mentah, Termasuk Rusia & Afrika

Gambar atau konten salah?

JakartaWakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengumumkan bahwa Badan Layanan Umum (BLU) Lemigas kini dapat melakukan impor minyak mentah. Ia menambahkan bahwa Lemigas berpotensi menjadi pihak yang mengimpor minyak dari Rusia.

Pada pertemuan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Yuliot menyampaikan hal tersebut pada hari Jumat, 29 Mei 2026.

Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2026 telah mengatur mekanisme niaga minyak mentah nasional. Sebelum peraturan tersebut diterbitkan, pengadaan impor minyak hanya dilakukan oleh PT Pertamina. Yuliot menjelaskan bahwa dengan regulasi baru, Lemigas dapat mengambil peran tersebut.

Kementerian ESDM sebelumnya menyebutkan kemungkinan salah satu BLU menjadi importir minyak dari Rusia. Ketika ditanya apakah BLU tersebut adalah Lemigas, Yuliot tidak menjawab secara tegas, hanya menyatakan bahwa pemerintah tidak menutup kemungkinan hal tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah masih dalam proses pembicaraan dengan pihak Rusia.

Yuliot juga menyebutkan bahwa Lemigas dapat mengimpor dari berbagai negara, bukan hanya Rusia. Ia menyebut contoh negara Afrika seperti Nigeria dan Angola. Ia menambahkan bahwa pembicaraan dengan Rusia sudah berlangsung di tingkat Presiden dan Menteri.

“Jadi, dari regulasi ini, (Lemigas) bisa melakukan impor,”

“Itu pengadaan impor, itu bisa saja ini kan pembicaraan dengan Rusia kan itu antar Presiden dan juga Pak Menteri kan sudah berjalan. Ya kemudian itu juga kita impor itu kan bisa dari negara-negara lain seperti Nigeria, dari Angola. Itu kan yang kemudian itu juga ada dari beberapa negara lain,”

“Supaya geraknya cepat itu kita membuka ruang itu BUMN bisa, BLU juga bisa,”

Yuliot pernah mengatakan bahwa pihaknya tengah menyiapkan skema baru untuk impor minyak 150 juta barel dari Rusia. Skema ini tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2026.

Peraturan tersebut mencakup skema impor yang dapat dilakukan langsung oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait, yakni PT Pertamina (Persero). Selain itu, impor juga dapat dilakukan oleh Badan Layanan Umum (BLU).

“Jadi, untuk mekanismenya ini kita sudah ada Perpres 26 Tahun 2026, di mana untuk impor itu bisa dilakukan langsung oleh teman‑teman yang dari BUMN, dalam hal ini Pertamina, dan juga bisa dilakukan oleh BLU. Itu ada Perpres yang terbaru yang mengatur mekanisme itu,”

Pada pertemuan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Yuliot berbicara pada hari Senin, 25 Mei 2026. Ia menekankan bahwa mekanisme baru ini akan mempermudah proses impor dan memperluas jangkauan negara pemasok.

Dengan membuka ruang bagi BLU Lemigas dan BUMN lainnya, pemerintah berharap proses impor dapat berjalan lebih cepat dan fleksibel. Potensi impor dari Rusia, Nigeria, Angola, dan negara Afrika lainnya menjadi bagian dari strategi diversifikasi pasokan minyak mentah nasional.

Yuliot TanjungBLU LemigasPerpres 26/2026impor minyak mentahRusiaNigeriaAngolaPT Pertamina

Komentar

Memuat komentar...