Li Claudia Siap Tegaskan Aturan Pasir Ilegal di Batam
Gambar atau konten salah?
Li Claudia Chandra, Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, melakukan sidak di pinggir jalan Batam pada 01 Mei 2025. Sidak tersebut menyoroti kasus pencurian pasir ilegal yang menimbulkan risiko bagi infrastruktur kota.
Dalam rekaman video yang beredar, Li Claudia menegaskan, "Saya tidak ada niat apa-apa. Kami lagi niat membenahi Batam. Mungkin mereka tidak mengerti,". Pernyataan ini muncul setelah ia mengingatkan warga tentang bahaya pengambilan pasir secara tidak sah.
Ia menjelaskan bahwa aktivitas tersebut dapat memicu pergeseran tanah. "Kemarin sudah kami kasih tahu, pasir itu bahaya. Nanti akan terjadi pergeseran tanah, jalanan bisa retak, yang rugi kita semua karena akses ke bandara bisa terganggu," ujarnya. Peringatan ini menyoroti dampak serius pada mobilitas dan keamanan warga.
Selain itu, Li Claudia menyinggung penanaman pohon bougenville di lokasi tersebut. Pohon ini dipilih sebagai bagian dari upaya penataan lingkungan kota, menambah unsur hijau di area yang rawan kerusakan.
Ia mengimbau masyarakat untuk bersama menjaga keamanan dan lingkungan kota. "Mari jaga keamanan dan jaga lingkungan kota yang kita cintai," katanya, menekankan pentingnya peran warga dalam pelestarian Batam.
Di postingan lain pada 29 April 2026, Li Claudia menegaskan bahwa warga yang tidak memiliki KTP Batam dan melanggar hukum akan dikembalikan ke kampung halamannya. Ia menilai tindakan tersebut tidak pantas, terutama bila dilakukan oleh orang yang memiliki pekerjaan tetap.
Dalam postingan tersebut, ia menyatakan, "Kalau bukan orang Batam datang ke sini tidak kerja, malah nyolong-nyolong, suruh pulang saja ke daerahnya,". Pernyataan ini menyoroti ketegangan antara warga lokal dan pengunjung.
Li Claudia juga menegur seorang warga yang sedang mengumpulkan pasir di pinggir jalan. Ia menilai perilaku tersebut tidak sesuai dengan peraturan. "Kami lagi benahi Batam, Pak. Bapak kalau kayak gini bagaimana? Masa pagi kerjanya nyolong, malam jadi satpam. Bapak itu satpam, lho," ujarnya.
Keseluruhan pernyataan Li Claudia menegaskan komitmen Batam untuk memperbaiki infrastruktur, menegakkan hukum, dan melestarikan lingkungan. Tindakan ini mencerminkan upaya berkelanjutan kota dalam menjaga keamanan dan kualitas hidup warganya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026