Limbah Pertanian di Nagari Padang Toboh Jadi Sumber Ekonomi Baru

Yanto K. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 54 dibaca
Bisik.id
Limbah Pertanian di Nagari Padang Toboh Jadi Sumber Ekonomi Baru

Gambar atau konten salah?

Pengelolaan limbah pertanian dan peternakan di Nagari Padang Toboh mulai memberikan dampak positif bagi ekonomi warga setempat. Limbah jerami dan kotoran ternak yang sebelumnya dibakar atau dibuang kini diolah menjadi berbagai produk bermanfaat, seperti kompos dan energi terbarukan. Program pengolahan limbah ini diinisiasi oleh Pertamina Patra Niaga melalui unit Aviation Fuel Terminal (AFT) Minangkabau dengan skema tanggung jawab sosial dan lingkungan. Nama program ini adalah SI CADIAK (Sistem Inovasi Cerdas Kelola Limbah).

Dalam program ini, sekitar 894 ton jerami dan 864 ton kotoran ternak diolah setiap tahun menjadi kompos, bioetanol, serta produk lainnya, termasuk parfum jerami ramah lingkungan yang disebut ARUWA. Limbah tersebut juga dimanfaatkan untuk mendukung program sawah pokok murah dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang digunakan dalam aktivitas Learning Center UKASEMA.

Menurut data dari pelaksana program, pengelolaan limbah ini berhasil menurunkan emisi hingga 1.305 ton CO₂e per tahun. Selain itu, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah tersebut mengalami penurunan hingga 80% dalam periode 2022-2025, seiring dengan berkurangnya praktik pembakaran jerami.

Dari sisi ekonomi, pendapatan masyarakat meningkat hingga 63%. Kenaikan ini didorong oleh diversifikasi produk berbasis limbah dan efisiensi biaya pertanian yang dikeluarkan oleh warga. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M. V. Dumatubun, menyampaikan bahwa program ini dijalankan dengan pendekatan kolaborasi bersama masyarakat.

“SI CADIAK menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara Pertamina Patra Niaga dan masyarakat mampu menghadirkan solusi berkelanjutan. Program ini tidak hanya menyelesaikan masalah limbah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi, memperkuat ketahanan energi berbasis biogas, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nagari secara inklusif,” ungkap Roberth.

Roberth juga menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memenuhi kriteria Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER). “Pendekatan berbasis inovasi dan dampak terukur yang diterapkan tidak hanya memberikan manfaat nyata di lokasi pelaksanaan, tetapi juga menjadi tolak ukur praktik pengelolaan limbah produktif berbasis masyarakat yang dapat diterapkan di daerah lain,” jelasnya.

Manfaat program ini dirasakan langsung oleh warga. Siti, anggota Kelompok UKASEMA, menjelaskan bahwa pengolahan limbah telah memberi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat. “SI CADIAK bersama Pertamina bukan hanya tentang pertanian biasa, tetapi kami diajarkan untuk mengolah limbah dengan tepat dan menghasilkan produk yang bisa dijual. Hasil limbah sedikit banyaknya bisa membantu menyambung hidup kami, di mana sebagian besar kami hanya buruh tani dan ibu rumah tangga. Kami sudah bisa menjual produk dari limbah, sehingga menghasilkan pemasukan tambahan bagi kami,” kata Siti.

Program ini sejalan dengan beberapa target pembangunan berkelanjutan, seperti peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan nilai tambah ekonomi lokal, pengelolaan limbah berkelanjutan, serta pengurangan emisi dari sektor pertanian.

limbahpertanianpeternakankomposenergi terbarukanekonomikolaborasiPROPER

Komentar

Memuat komentar...