Lippo Bongkar Pagar Mal, Tak Ikuti Tren

Eko P. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Lippo Bongkar Pagar Mal, Tak Ikuti Tren

Gambar atau konten salah?

Belakangan ini, kabar tentang pusat perbelanjaan yang mulai memasang pagar tinggi cukup ramai diperbincangkan. Tapi ternyata, tidak semua pengelola mal mengambil langkah serupa. Lippo Group, misalnya, justru melakukan hal sebaliknya.

James Riady, CEO Lippo Group, menyatakan perusahaannya tidak akan mengikuti tren pemasangan pagar tinggi. Malah, dalam satu dekade terakhir, pihaknya aktif membongkar pembatas yang selama ini memisahkan mal-mal mereka dari lingkungan sekitar. "Pasti tidak, yang terjadi 10 tahun ini ada pagar itu semua mal-mal Lippo kita bongkar, kita turunkan," ujar James saat ditemui usai pertemuan Kadin Indonesia dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Jumat, 31 Juli 2026.

Pernyataan ini muncul di tengah sorotan publik terhadap sejumlah mal di Indonesia yang mulai memasang pagar besi tinggi. Beberapa di antaranya berada di Surabaya, dan yang terbaru adalah Mal Kota Kasablanka atau Kokas di Jakarta. Langkah ini memicu berbagai spekulasi di masyarakat.

Menteri Perdagangan Budi Santoso angkat bicara. Ia menegaskan bahwa pemasangan pagar tersebut tidak ada hubungannya dengan isu keamanan. Hal ini disampaikannya setelah berkoordinasi dengan sejumlah asosiasi pengusaha, termasuk Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO). "Oh nggak, nggak ada masalah (keamanan), nggak ada. Kita dari koordinasi dengan Apindo, dengan APPBI nggak ada masalah kok, nggak ada isu itu," kata Budi di lokasi yang sama.

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai alasan di balik pemasangan pagar, Budi mengaku tidak mengetahui secara pasti. Ia kembali menekankan bahwa tidak ada kaitan dengan isu keamanan atau isu lainnya.

Penjelasan lebih rinci datang dari Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja. Menurutnya, pemasangan pagar dilakukan semata-mata untuk menertibkan arus keluar masuk pengunjung. Tanpa pagar, pengunjung bisa keluar masuk dari berbagai sudut, dan ini dinilai berbahaya bagi keselamatan lalu lintas di sekitar mal. "Sebetulnya kan tujuan utamanya adalah untuk supaya lebih menertibkan gitu loh, arus keluar masuk pengunjung. Kalau terbuka itu kan pengunjung bisa masuk dari mana saja, bisa keluar dari mana saja begitu. Sehingga itu kan membahayakan lalu lintas sekitar," jelas Alphonzus di kantor Kementerian Perdagangan pada Kamis, 30 Juli 2026.

Alphonzus juga menambahkan bahwa pemasangan pagar di mal sebenarnya bukan hal baru. Banyak pusat perbelanjaan yang sudah memasang pagar sejak awal pembangunan. Selain untuk ketertiban, pagar juga sering dipasang di mal-mal yang berada di pusat kota, terutama yang kerap menjadi titik lokasi demonstrasi. Dalam konteks ini, pagar besi menjadi salah satu langkah pengamanan tambahan dari pengelola mal.

Jadi, di satu sisi ada pengelola yang memilih membuka akses seluas-luasnya seperti Lippo Group, sementara di sisi lain ada yang justru memperketat akses dengan pagar. Keduanya punya alasan masing-masing, dan pemerintah memastikan tidak ada masalah keamanan di balik langkah-langkah tersebut.

pagar malLippo Groupmembongkar pagarkeamanan malAPPBImenertibkan aksespusat perbelanjaan

Komentar

Memuat komentar...