Locavore NXT Ubud Raih Peringkat 44 di 50 Restoran Asia 2026
Gambar atau konten salah?
Locavore NXT Ubud, yang terletak di Jalan A.A. Gede Rai, Gang Pura Panti Bija, Lodtunduh, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, kini masuk ke dalam daftar 50 restoran terbaik di Asia menurut William Reed. Restoran ini tidak menyerupai tempat makan biasa, melainkan sebuah ruang kuliner yang menonjolkan bahan lokal.
“Kami dapat peringkat 44. Kami sangat bangga bisa merepresentasikan Indonesia, khususnya Bali. Sangat spesial bisa dimasukkan 50 Best Asia 2026 (Asia's 50 Best Restaurants 2026),” ujarnya Chef dan Co Founder Locavore NXT, Ray Adriansyah, pada Sabtu, 4 April 2026.
Ray menjelaskan bahwa sejak pindah dari Jalan Dewisita nomor 10, Ubud, ke alamat baru, fokus restoran telah beralih sepenuhnya ke masakan khas Indonesia, terutama Bali. Hampir semua bahan baku diambil dari Bali, Jawa, atau provinsi lain, sehingga setiap hidangan membawa cita rasa lokal yang autentik.
Selain menu, Locavore menawarkan berbagai fasilitas edukatif. Terdapat laboratorium kuliner, ruang fermentasi, serta program edukasi tentang jamur dan tanaman pangan asli Indonesia. Semua ini dirancang untuk memberi tamu pengalaman kuliner yang lebih mendalam dan interaktif.
“Menurut saya, Locavore bukan sekadar restoran saja. Karena kami adalah restoran yang fokus pada Indonesian ingredients atau produce saja,” kata Ray. Ia menegaskan bahwa tidak ada strategi khusus untuk meraih peringkat 44. Semua proses, mulai dari pemilihan bahan hingga penyajian, berjalan secara alami seperti restoran lain.
Ray juga menegaskan bahwa tidak ada taktik atau strategi tertentu. Ia tidak mengetahui apakah juri Asia's 50 Best Restaurants 2026 atau tim William Reed pernah mengunjungi restoran. “Diduga tim juri itu datang sebagai tamu biasa dan merasakan kuliner di Locavore,” jelasnya.
Di tengah persiapan makan siang, chef sedang menyiapkan 16 hidangan awal bagi para tamu. Setiap hidangan dirancang untuk menonjolkan rasa dan tekstur bahan lokal, sambil mengurangi penggunaan daging hewan.
“Yang penting, semua etos (kerja) kami tercapai. Kami juga memasak dengan (bahan baku) yang less animal protein (tidak banyak menggunakan daging hewan). Lebih banyak sayur dan fokus bahan baku dari Bali. Tidak ada taktik atau strategi tertentu,” katanya. Ia menegaskan bahwa rencana ke depan hanyalah meningkatkan pelayanan dan kualitas menu.
“Kami mau menu yang lebih baik dari sekarang dan pelayanan yang juga lebih baik dari sekarang,” ujarnya. Dengan predikat nomor 44 di 50 terbaik Asia, Ray bertekad untuk terus memperbaiki pengalaman tamu di Locavore NXT.
Locavore NXT menunjukkan bahwa keberhasilan dalam dunia kuliner tidak selalu memerlukan strategi besar. Fokus pada bahan lokal, proses alami, dan komitmen terhadap kualitas dapat membawa restoran meraih pengakuan internasional. Dengan pendekatan sederhana namun konsisten, restoran ini menjadi contoh bagaimana masakan Indonesia dapat bersaing di panggung global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Prabowo Tegaskan Ukuran Potongan Ayam di Program MBG
Kari Minang Depok, Gyudon Jakarta, Diet Rendah Sodium Jadi Tren
Telur Ceplok Balado Jadi Pilihan Pagi di Rumah
Tahu: Protein Nabati, Rasa Martabak, Bola, Gejrot Tradisional
Kelas Memasak Mentolo dan Petulo di Jakarta: Tradisi Kue Jawa
Disney Adventure Bayar Rp106.000 Setiap Room Service
