LPDP dan BRIN Buka Beasiswa Doktor 2026, Ini Cara Daftarnya
Gambar atau konten salah?
Jakarta - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah membuka kembali Beasiswa Doktor untuk Talenta Riset dan Inovasi Nasional Jalur Doctor by Research 2026. Beasiswa ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem riset di Indonesia dan meningkatkan jumlah doktor di tanah air. Pendaftaran dibuka dari 6 Maret hingga 27 Maret 2026.
Beasiswa ini tersedia untuk lulusan Diploma Empat (D4), Sarjana (S1), atau Magister (S2) yang ingin melanjutkan studi di program doktor satu gelar (single degree). Durasi pendanaan studi maksimal adalah 48 bulan. Bidang studi yang bisa dipilih meliputi kesehatan, ketahanan pangan, digitalisasi, hilirisasi, pertahanan, material maju dan manufaktur, energi, serta maritim.
Pelamar dapat memilih dari 90 program studi doktor di perguruan tinggi dalam negeri dan 19 program studi di luar negeri. Beberapa kampus yang berpartisipasi termasuk Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), dan University of Twente, Belanda.
Beasiswa ini terbuka untuk semua Warga Negara Indonesia (WNI), termasuk pegawai negeri sipil (PNS) yang telah menyelesaikan studi S2. Lulusan S1/D4 juga dapat mendaftar melalui skema fast track dengan LoA Unconditional dari perguruan tinggi tujuan. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi LPDP, dan proses seleksi meliputi seleksi administrasi, bakat skolastik, dan substansi.
Komponen Dana Beasiswa LPDP-BRIN Doctor by Research 2026 mencakup:
- Dana Pendaftaran
- Dana SPP/Tuition Fee/Uang Kuliah Tunggal
- Dana Tunjangan Buku
- Dana Penelitian Disertasi
- Dana Seminar Internasional
- Dana Publikasi Jurnal Internasional
- Dana Transportasi
- Dana Aplikasi Visa
- Dana Asuransi Kesehatan
- Dana Kedatangan
- Dana Hidup Bulanan
- Dana Lomba Internasional
- Dana Tunjangan Keluarga (khusus Doktor)
- Dana Keadaan Darurat (jika diperlukan)
Syarat Beasiswa LPDP-BRIN Doctor by Research 2026 yang harus dipenuhi pelamar meliputi:
- Warga Negara Indonesia (WNI).
- Telah menyelesaikan studi Magister (S2) atau Diploma Empat (D4)/Sarjana (S1) untuk Jalur Fast Track.
- Menyertakan surat pernyataan promotor, khususnya bagi pendaftar jenjang doktor luar negeri yang memiliki co-promotor dari perguruan tinggi dalam negeri.
- Menyertakan keterangan dari pimpinan lembaga/instansi/perusahaan yang menyatakan bahwa riset selaras dengan kebutuhan instansi.
- Menulis profil diri, termasuk riwayat pendidikan.
- Menulis komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan kontribusi di Indonesia.
- Menulis proposal penelitian.
- Pendaftar jalur Fast Track harus memiliki IPK minimal 3,25 pada skala 4,00.
- Mengunggah dokumen sertifikat kemampuan Bahasa Inggris yang berlaku dalam dua tahun terakhir.
Informasi lebih lanjut tentang Beasiswa LPDP-BRIN Doctor by Research 2026 dapat diakses melalui LPDP.
Beasiswa ini menjadi kesempatan baik bagi para peneliti dan akademisi di Indonesia untuk mengembangkan riset dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
