Lumba‑Lumba Moncong Panjang Terbukti Mati di Pantai Perancak

Hendra M. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 43 dibaca
Bisik.id
Lumba‑Lumba Moncong Panjang Terbukti Mati di Pantai Perancak

Gambar atau konten salah?

Di pesisir Pantai Perancak, Kecamatan Negara, Jembrana, ditemukan bangkai mamalia laut yang diduga merupakan lumba‑lumba moncong panjang (Delphinus capensis tropicalis). Bangkai tersebut sudah busuk dan hancur, sehingga relawan memutuskan untuk menguburnya di tempat.

Koordinator Kelompok Konservasi Penyu (KKP) Kurma Asih Desa Perancak, I Wayan Anom Astika Jaya, memberi tahu bahwa informasi tentang lumba‑lumba terdampar sudah diterima sejak Rabu (25 Maret 2026) malam. Namun, proses evakuasi terhambat karena medan yang sulit dan cahaya yang redup.

“Saya dapat info sejak semalam, tetapi karena gelap dan lumba‑lumbanya menyangkut di karang jadi tidak bisa dibawa ke darat,” ungkap Anom pada Kamis (26 Maret 2026).

Evakuasi baru dapat dimulai pada pagi hari Kamis. Relawan mengukur panjang tubuh lumba‑lumba sekitar 340 sentimeter.

Karena bangkai sudah berat dan mengeluarkan bau tidak sedap, tim KKP Kurma Asih memutuskan untuk segera melakukan penguburan di sekitar bibir pantai. Langkah ini diambil untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah munculnya penyakit.

“Akhirnya tadi pagi lumba‑lumba yang malang itu langsung kami kubur mengingat bangkai sudah hancur dan bau busuk. Kami menguburnya bersama teman‑teman relawan Kurma Asih,” tambah Anom.

Karena kondisi bangkai yang sudah membusuk, tidak memungkinkan dilakukan nekropsi. Sehingga penyebab pasti kematian lumba‑lumba moncong panjang tersebut belum dapat diketahui secara pasti.

Kasus ini menyoroti pentingnya kesiapan dan koordinasi dalam penanganan satwa terdampar di wilayah pesisir. Penanganan cepat dan tepat dapat meminimalkan dampak kesehatan bagi masyarakat dan ekosistem setempat.

lumba‑lumba moncong panjangPantai PerancakKKP Kurma Asihpenguburan bangkaievakuasi satwa terdamparkebersihan lingkunganekosistem pesisir

Komentar

Memuat komentar...