Mac Lebih Stabil, Windows Sering Downtime Kesehatan
Gambar atau konten salah?
State of Digital Workspace 2026 mengungkap fakta bahwa perangkat Mac lebih stabil dibandingkan Windows. Laporan terbaru Omnissa meneliti data sepanjang 2025 dari sektor kesehatan, pendidikan, dan pemerintahan.
Hasilnya menunjukkan Windows mengalami gangguan lebih sering. Windows mengalami shutdown paksa 3,1 kali lebih banyak daripada Mac. Selain itu, aplikasi di Windows 7,5 kali lebih sering freeze dan memerlukan restart dua kali lebih sering dibandingkan aplikasi di macOS.
Masalah tidak berhenti di stabilitas. Dari sisi keamanan, banyak perangkat Windows dan Android tertinggal hingga 5 versi sistem operasi di sektor kesehatan dan farmasi. Keterlambatan ini membuka celah bagi serangan malware dan error sistem.
Di sektor pendidikan, lebih dari separuh perangkat—baik desktop maupun mobile—bahkan belum menggunakan enkripsi. Hal ini berisiko terhadap kebocoran data pengguna, menurut data yang dikutip pada 29 Maret 2026.
Mac juga unggul dalam umur pemakaian. Rata‑rata perangkat Mac diganti setiap 5 tahun, lebih lama dibanding PC Windows yang rata‑rata hanya bertahan 3 tahun sebelum diganti.
Efisiensi suhu menjadi faktor lain. Mac dengan Apple Silicon mencatat suhu rata‑rata sekitar 40,1 derajat Celsius, sedangkan perangkat berbasis prosesor Intel bisa mencapai 65,2 derajat Celsius.
Meski begitu, penggunaan Windows di sektor pemerintahan justru meningkat. Pemerintahan negara tertentu melaporkan kenaikan dua kali lipat dalam setahun terakhir, seiring dorongan mengurangi ketergantungan pada vendor teknologi tertentu.
Laporan juga menyoroti lonjakan penggunaan AI di lingkungan kerja. Adopsi aplikasi seperti ChatGPT dan Gemini meningkat hingga hampir 1.000%, sering kali tanpa pengawasan tim IT.
Penggunaan AI yang tidak terkontrol menambah tantangan keamanan bagi perusahaan. Risiko ini berlaku di berbagai platform, baik Windows, macOS, maupun Android.
Secara keseluruhan, data menegaskan bahwa Mac menawarkan stabilitas, keamanan, dan umur perangkat yang lebih baik dibandingkan Windows. Namun, tren peningkatan penggunaan Windows di pemerintahan dan adopsi AI yang cepat menunjukkan bahwa keputusan platform masih dipengaruhi faktor kebijakan dan kebutuhan bisnis.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
