Madura Mart Al‑Mubarokah Tetap Ramai di Tengah Minimarket Besar
Gambar atau konten salah?
Madura Mart Al‑Mubarokah tetap ramai meski berada di tengah kawasan minimarket besar Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Di persimpangan Jalan Bendungan Hilir dan Jalan Karet Pasar Baru Barat IV, toko kecil ini tidak pernah sepi pengunjung.
Di sebelah selatan warung, gerai Indomaret berdiri sibuk. Di sisi utara, satu bangunan lagi menampung Alfamart. Berjalan lebih jauh ke utara, Alfamidi muncul di seberang jalan, disambut oleh FamilyMart dan Indomaret. Di antara jaringan ritel besar seperti Alfamart, Indomaret, FamilyMart, dan Circle K, Madura Mart tetap menjadi titik perhentian bagi warga sekitar.
Pengunjung biasanya datang dengan sepeda motor atau berjalan kaki. Mereka berhenti sejenak untuk membeli kebutuhan sehari‑harian: air minum kemasan, rokok, camilan, dan barang‑barang kecil lainnya. Meskipun tidak datang sekaligus dalam jumlah besar, pelanggan datang silih berganti, menjaga arus lalu lintas toko tetap lancar.
Jufri, penjaga sekaligus pengurus Madura Mart Al‑Mubarokah, menjelaskan bahwa warung ini sudah beroperasi selama kurang lebih lima bulan. Ia menambahkan bahwa selain di Bendungan Hilir, Al‑Mubarokah memiliki gerai lain di Jakarta, Bekasi, dan Tangerang.
“Pakai nama Madura Mart ya untuk menunjukkan saja kalau ini warung Madura. Kalau ini kan ada Al‑Mubarokah‑nya, jadi satu bos. Total ada 18, di Jakarta, Bekasi, Tangerang,” ujar Jufri saat ditemui.
Dengan 18 gerai di tiga kota, Madura Mart Al‑Mubarokah menonjol sebagai jaringan warung yang masih bersifat lokal namun mampu bersaing di tengah persaingan minimarket besar. Warung ini menunjukkan bahwa layanan personal dan lokasi strategis tetap relevan di kawasan perkotaan.
Di tengah terik matahari, toko ini tetap menjadi tempat yang dicari warga. Keberadaannya menambah variasi pilihan ritel bagi masyarakat yang ingin membeli kebutuhan harian dengan cepat dan mudah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
