Makanan Kuno Bertahan Ribuan Tahun, Temuan Arkeologi

Sigit W. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 55 dibaca
Bisik.id
Makanan Kuno Bertahan Ribuan Tahun, Temuan Arkeologi

Gambar atau konten salah?

Berbagai sisa makanan kuno yang ditemukan arkeolog di seluruh dunia menunjukkan bahwa bahan organik bisa bertahan lama bila kondisi penyimpanan tepat. Meski biasanya cepat terdegradasi, beberapa contoh ini masih dapat dikenali bentuk aslinya setelah berabad-abad.

Temuan-temuan ini biasanya terjadi di tempat yang terlindung dari udara, kelembapan, atau di bawah lapisan tanah yang menahan panas dan cahaya. Faktor-faktor tersebut meminimalkan aktivitas mikroba yang biasanya menghancurkan bahan organik. Beberapa contoh paling menonjol telah tercatat dalam arsip arkeologi dan kini menjadi bukti sejarah hidup manusia.

  1. Anggur Romawi – Pada 01 Januari 1867, arkeolog menemukan sebotol anggur di sebuah makam dekat kota Speyer, Jerman. Botol tersebut diperkirakan berasal dari 01 Januari 325 Masehi. Meskipun alkoholnya hilang dan cairan berubah menjadi lumpur, botol ini masih dianggap sebagai anggur cair tertua yang pernah ditemukan. Keistimewaannya terletak pada cara penyimpanan: botol ini tetap tertutup rapat, sehingga bahan di dalamnya terlindungi.
  2. Roti Neolitikum Inggris – Potongan roti hangus berusia 01 Januari 5500 tahun ditemukan di Oxfordshire, Inggris. Awalnya dianggap sekadar arang, peneliti kemudian menemukan butiran jelai yang dihancurkan di dalamnya. Temuan ini diyakini berasal dari masa Neolitikum, ketika kelompok petani migrasi dari daratan Eropa ke Inggris. Roti tersebut menunjukkan bahwa masyarakat prasejarah sudah mengolah biji-bijian menjadi makanan menyerupai roti modern.
  3. Sup Tulang Tua Tiongkok – Selama pembangunan bandara di Xi'an, pekerja menemukan panci perunggu tertutup rapat berisi cairan dan tulang. Setelah diteliti, isi panci tersebut adalah sup berusia 01 Januari 2400 tahun. Warna cairannya berubah menjadi hijau karena oksidasi perunggu, namun bentuknya masih dapat dikenali sebagai sup. Pencarian ini terjadi di wilayah yang juga terkenal dengan Pasukan Terakota.
  4. Mentega Kuno Irlandia – Pada 01 Januari 2009, arkeolog menemukan tong kayu berisi mentega kuno di rawa gambut County Kildare, Irlandia. Usianya diperkirakan mencapai 01 Januari 3000 tahun. Masyarakat Irlandia kuno diduga sengaja mengubur mentega di rawa untuk mengawetkannya. Setelah ribuan tahun, mentega tersebut kehilangan tekstur dan rasa, namun sebagian besar isinya masih bertahan dalam bentuk lemak putih.
  5. Mie Millet Tua Tiongkok – Di situs arkeologi Lajia di tepi Sungai Kuning, China, peneliti menemukan semangkuk mie millet berusia 01 Januari 4000 tahun pada 01 Januari 2005. Mie tersebut bertahan karena kombinasi peristiwa langka: gempa bumi besar diikuti banjir mendadak yang mengubur kawasan tersebut. Kondisi ini melindungi mie dari kerusakan selama ribuan tahun. Temuan ini juga termasuk dalam kategori makanan yang paling terkenal dari masa prasejarah.
  6. Dendeng Sapi Tertua Tiongkok – Di sebuah makam berusia 01 Januari 2000 tahun di Desa Wanli, China, arkeolog menemukan gumpalan hitam kehijauan dalam wadah perunggu. Analisis menunjukkan bahwa benda tersebut adalah daging sapi yang telah dikeringkan atau dendeng. Meskipun hampir tidak menyusut, ukuran daging menunjukkan proses pengeringan sebelum ditempatkan sebagai bekal bagi penghuni makam untuk perjalanan ke alam baka.
  7. Cokelat Cadbury – Tidak semua makanan kuno berasal dari zaman prasejarah. Cokelat produksi perusahaan Cadbury dibuat pada 01 Januari 1902 untuk memperingati penobatan Raja Edward VII di Inggris. Cokelat tersebut disimpan dalam kotak suvenir bergambar raja dan permaisurinya, Alexandra. Meski usianya hanya lebih dari satu abad, benda ini menjadi contoh makanan bersejarah yang masih bertahan dan kini menjadi bagian koleksi museum di Skotlandia.

Setiap temuan ini memberi gambaran tentang bagaimana manusia pada masa lalu berusaha melestarikan makanan. Dari teknik penyimpanan sederhana hingga peristiwa alam yang tak terduga, semua berkontribusi pada keberadaan sisa makanan berusia ribuan tahun. Temuan tersebut tidak hanya memperkaya pengetahuan sejarah, tetapi juga menunjukkan bahwa bahan organik dapat bertahan lebih lama dari yang biasanya diharapkan jika kondisi penyimpanan optimal.

sisa makanan kunoarsip arkeologipengawetanpenyimpanankondisimakanan bersejarahbahan organik

Komentar

Memuat komentar...