Malaysia Atur WFH & Batas BBM untuk Atasi Krisis Energi

Lina F. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 131 dibaca
Bisik.id
Malaysia Atur WFH & Batas BBM untuk Atasi Krisis Energi

Gambar atau konten salah?

Malaysia telah menetapkan skema kerja dari rumah (WFH) bagi pegawai kementerian, lembaga pemerintah, badan hukum, dan Badan Usaha Milik Negara. Skema ini mulai berlaku 15 April 2026 sebagai upaya mengurangi dampak krisis energi global yang dipicu konflik di Timur Tengah.

Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari strategi menjaga keamanan energi dan melindungi masyarakat dari kenaikan harga. Ia menegaskan, “pemerintah akan bertindak secara proaktif melalui Inisiatif Sokongan Rakyat sebelum meningkatnya dampak konflik Timur Tengah terhadap rumah tangga dan bisnis.” Menurut Anwar, situasi global diperkirakan akan memburuk dan memerlukan waktu lama untuk pemulihan.

Selain WFH, pemerintah juga mengimplementasikan pembatasan pembelian bahan bakar minyak. Setiap rumah tangga hanya boleh membeli maksimal 200 liter per bulan di bawah skema Budi Madani 95. Di wilayah Sabah, Sarawak, dan Labuan, mekanisme subsidi diesel ditegakkan secara penuh.

Langkah ini bertujuan mengurangi dampak kenaikan harga minyak global dan memastikan subsidi BBM tetap tepat sasaran. Pemerintah menggelontorkan sekitar RM 4 miliar atau Rp 16,89 triliun (kurs Rp 4.224) setiap bulan untuk menahan lonjakan harga. Anwar menambahkan, “Ini bukan masalah kecil. Pemerintah menyediakan tambahan RM 4 miliar untuk membantu masyarakat, tetapi tentu saja kapasitas kita terbatas dan kita juga harus melihat pengalaman negara lain.” (The Star, 2 April 2026)

Ia juga menegaskan bahwa Malaysia sedang aktif melakukan diversifikasi sumber energi. Dengan begitu, pasokan bahan bakar dan listrik tetap aman meski rantai pasokan global terganggu. Anwar menyebutkan bahwa perusahaan minyak nasional, Petronas, telah menjamin pasokan minyak dan gas yang memadai hingga Mei 2026.

Dalam konteks krisis saat ini, Anwar menekankan pentingnya kerja sama semua sektor dengan pemerintah untuk menghemat energi dan menghindari pemborosan. Ia juga mengumumkan bahwa perayaan Hari Raya Aidilfitri tahun ini akan dirayakan dengan cara yang lebih sederhana.

Ini bukan masa-masa biasa. Kita harus menyesuaikan gaya hidup dan kebijakan kita untuk melindungi masyarakat dan memastikan keberlanjutan pasokan energi kita.” pungkasnya.

Dengan serangkaian kebijakan ini, Malaysia berusaha menstabilkan pasokan energi, mengendalikan biaya, dan mendorong konsumsi yang bertanggung jawab di tengah ketidakpastian global.

Kerja dari RumahKrisis Energi GlobalKonflik Timur TengahSubsidi BBMBudi Madani 95PetronasDiversifikasi Sumber Energi

Komentar

Memuat komentar...