Malaysia Siap Hadapi Krisis BBM Mulai 1 Juni 2026 Dijaga
Gambar atau konten salah?
Malaysia sedang menyiapkan diri menghadapi kemungkinan krisis bahan bakar minyak (BBM) yang diperkirakan mulai 1 Juni 2026. Gangguan pasokan energi global, akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran, menjadi penyebab utama.
Menurut Menteri Ekonomi Malaysia, Akmal Nasrullah Mohd Nasir, periode 1 Juni 2026 – 31 Juli 2026 akan menjadi fase krusial. Ia berkata, “Juni dan Juli akan menjadi periode yang sangat kritis dalam memastikan pasokan bahan bakar tetap tersedia,” dikutip dari Bloomberg pada 13 April 2026.
Akmal menambahkan bahwa ketersediaan bahan baku lain berbasis minyak dan gas, termasuk untuk industri farmasi dan alat kesehatan, juga harus dijaga. Sinyal kewaspadaan ini sebelumnya disampaikan oleh Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang menyebut ketidakpastian pasokan energi bisa mulai terasa pada 1 Juni 2026.
Pemerintah menegaskan bahwa pasokan energi masih aman hingga 1 April 2026 – 31 Mei 2026. Tantangan terbesar adalah memastikan pasokan mulai 1 Juni 2026 dan seterusnya.
Peningkatan permintaan BBM di beberapa daerah telah menimbulkan gangguan di beberapa SPBU. Meski demikian, langkah-langkah cepat telah diterapkan untuk memulihkan pasokan. Wakil Menteri Perdagangan Dalam Negeri, Fuziah Salleh, menegaskan, “Saya ingin menekankan bahwa posisi pasokan bahan bakar negara masih stabil dan mencukupi.”
Pemerintah juga menepis laporan media asing yang menyebut adanya ekspor solar ke Filipina sebesar 329 ribu barel. Perusahaan energi nasional, Petroliam Nasional (Petronas), menegaskan tidak memiliki perjanjian pasokan dengan pihak Filipina dan tetap memprioritaskan kebutuhan domestik. Petronas menyatakan, “Pasokan utama tetap memastikan pasokan bahan bakar yang andal dan berkelanjutan untuk Malaysia.”
Krisis energi global menempatkan Malaysia pada posisi yang rentan, namun pemerintah berusaha menjaga stabilitas pasokan dengan langkah-langkah proaktif. Dengan persiapan yang matang, negara berusaha meminimalisir dampak negatif bagi masyarakat dan industri.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Harga Emas Antam Turun Rp4.000 per Gram Jadi Rp2.537.000
Cabai Tembus Rp90 Ribu, Pedagang Sebut MBG Biang Kerok
Elnusa Petrofin Salurkan Bantuan Kesehatan untuk Rumah Oksigen
Pelindo Luncurkan Dashboard ACS untuk Transparansi Pembayaran
Indofarma Kirim Tiga Kontainer Obat ke Afghanistan
Harga Ayam Naik, Telur Turun Akibat MBG
