Mantri BRI: Jembatan Perubahan UMKM di Pelosok

Vera T. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Mantri BRI: Jembatan Perubahan UMKM di Pelosok

Gambar atau konten salah?

Di balik upaya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan, ada dedikasi ribuan tenaga pemasar mikro yang biasa disebut Mantri BRI. Mereka hadir langsung di tengah masyarakat setiap hari. Bukan sekadar menyalurkan pembiayaan, mereka juga menjadi pendamping, edukator, dan sahabat bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga ke pelosok Indonesia.

Salah satu Mantri BRI yang bertugas di BRI unit Simpang Barakas BO Sibuhuan, Padang Lawas, Sumatera Utara adalah Rani Kanov Rianti Harahap. Selama hampir tiga tahun menjalankan tugas, Rani merasakan langsung bagaimana kehadiran BRI mampu membuka akses permodalan dan menumbuhkan optimisme masyarakat untuk mengembangkan usaha.

Penempatan pertamanya berada di wilayah dengan akses yang tidak mudah. Jalan belum sepenuhnya beraspal. Medan berlumpur saat hujan. Keterbatasan sinyal komunikasi menjadi tantangan harian. Namun kondisi itu justru memperkuat tekadnya untuk terus mendampingi masyarakat.

Menurut Rani, menjadi Mantri BRI bukan sekadar profesi. Ini adalah kesempatan untuk menjadi bagian dari perubahan kehidupan masyarakat.

"Saya ingin menjadi jembatan perubahan bagi masyarakat. Saya ingin mereka melihat bahwa modal usaha yang mungkin terlihat kecil dapat mengubah kehidupan sebuah keluarga," kata Rani dalam keterangan tertulis pada Selasa, 21 Juli 2026.

"Ketika usaha mereka berkembang, itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya," lanjutnya.

Bagi Rani, membangun hubungan dengan masyarakat tidak cukup hanya melalui layanan perbankan. Kedekatan dibangun dengan mendengarkan, memahami kondisi usaha nasabah, dan hadir saat mereka membutuhkan pendampingan.

Pendekatan itu membuat banyak nasabah berkembang. Mereka yang awalnya penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) mampu meningkatkan skala usaha melalui pembiayaan komersial. Perjalanan ini membuktikan bahwa akses pembiayaan yang disertai pendampingan mampu menciptakan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan.

Selain mendampingi pengembangan usaha, Rani juga aktif memberikan edukasi literasi keuangan dan pemanfaatan layanan digital BRI, seperti BRImo, QRIS, dan BRILink Agen. Melalui edukasi ini, masyarakat didorong memanfaatkan layanan keuangan formal secara lebih aman, efisien, dan produktif.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, mengatakan peran Mantri BRI merupakan ujung tombak perusahaan dalam menjalankan misi pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Kehadiran mereka di tengah masyarakat menjadi bagian penting dari strategi membangun inklusi keuangan sekaligus memperkuat kapasitas pelaku UMKM secara berkelanjutan.

"Mantri BRI bukan hanya berperan sebagai penyalur pembiayaan, tetapi juga menjadi pendamping yang memahami kebutuhan masyarakat secara langsung. Mereka hadir untuk membangun kepercayaan, meningkatkan literasi keuangan, dan mendampingi pelaku UMKM agar mampu tumbuh, naik kelas, dan semakin berdaya saing," ujar Akhmad.

"Kisah yang ditunjukkan Rani merupakan cerminan semangat Insan BRI yang terus hadir memberikan makna bagi masyarakat hingga ke pelosok negeri," sambungnya.

Kisah Rani menunjukkan bagaimana seorang Mantri BRI bekerja di daerah terpencil dengan keterbatasan infrastruktur. Tantangan seperti jalan rusak, lumpur saat hujan, dan sinyal komunikasi yang buruk tidak menghalangi tugasnya. Dari pengalaman ini terlihat bahwa pendampingan langsung dan edukasi keuangan menjadi kunci agar UMKM bisa naik kelas. Keberhasilan nasabah beralih dari KUR ke pembiayaan komersial menjadi bukti nyata dampak kerja para Mantri BRI di lapangan.

Mantri BRIUMKMpembiayaanpendampinganedukasi keuanganinklusif keuanganekonomi kerakyatan

Komentar

Memuat komentar...