MBG Raih Rp40 Triliun Investasi Swasta, Dorong Ekonomi Lokal

Hari W. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 88 dibaca
Bisik.id
MBG Raih Rp40 Triliun Investasi Swasta, Dorong Ekonomi Lokal

Gambar atau konten salah?

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan publik dapat memicu pertumbuhan ekonomi lokal. Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar—yang lebih dikenal dengan sebutan Cak Imin—menyatakan bahwa investasi swasta pada program ini sudah mencapai Rp 40 triliun. Ia menegaskan bahwa dana tersebut berasal dari berbagai lapisan, mulai dari korporasi besar hingga masyarakat umum.

“Tidak kurang investasi swasta atau publik atau masyarakat, investasi dalam program ini tidak kurang dari Rp 40 triliun. Besar sekali,” kata Cak Imin dalam keterangan pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) pada 17 April 2026. Pernyataan ini menegaskan bahwa program MBG tidak hanya mengandalkan dana pemerintah, melainkan juga melibatkan sektor swasta secara signifikan.

Menurut Cak Imin, dampak ekonomi yang nyata mulai terlihat sejak pelaksanaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), atau dapur MBG, melibatkan pelaku UMKM secara aktif. Banyak warga lokal yang kini menjadi tenaga kerja di SPPG, sehingga jumlah tenaga kerja terus bertambah. Ia menambahkan:

“Kini kita menyaksikan program MPG berjalan mulai efektif. Melibatkan banyak UMKM, tenaga kerja terus-menerus bertambah di dalam pelaksanaan SPPG, sehingga kita melihat dampak nyata pertumbuhan ekonomi dan akan terus kita dorong dari program ini,” ujarnya.

Untuk memperkuat rantai pasok, pemerintah mendorong partisipasi UMKM dan BUMDes sebagai pemasok utama bagi SPPG. Cak Imin menilai bahwa SPPG kini menjadi kekuatan baru dalam proses ekonomi di daerah, mengingat perputaran uang yang signifikan ke dalam ekonomi lokal.

Di sisi lain, Kementerian Pertanian (Kementan) menyoroti manfaat MBG bagi para petani, peternak, dan pembudidaya ikan. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Suwandi, menjelaskan bahwa perputaran uang dari program MBG ke para petani hingga peternak mencapai Rp 600 miliar per hari.

“Setiap ada aktivitas kegiatan MBG, sehari (perputaran uang) Rp 1 triliun, itu Rp 600 miliar di antaranya untuk pangan. Pangannya artinya apa? Ada perputaran uang di petani, di peternak, di pembudidaya ikan, dan lainnya Rp 600 miliar (per hari),” kata Suwandi.

Program MBG telah menstimulasi permintaan komoditas pertanian. Pada 2025, kebutuhan beras untuk program ini mencapai 360 ribu ton, dengan nilai mencapai Rp 5,16 triliun. Seiring dengan peningkatan jumlah SPPG, kebutuhan beras pada tahun ini naik menjadi 1,99 juta ton, setara dengan nilai sekitar Rp 30,6 triliun. Kebutuhan produk pertanian lainnya juga meningkat, seperti telur ayam (1,37 juta ton, Rp 4,45 triliun), daging ayam (990 ribu ton, Rp 41 triliun), sayuran (2,48 juta ton, Rp 9,92 triliun), dan buah-buahan (2,5 juta ton, Rp 22,5 triliun) pada 2026.

Efek pengganda program MBG terlihat jelas bagi para petani. Kesejahteraan petani pun meningkat, tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 125,45 pada Februari 2026—nilai tertinggi sepanjang sejarah.

Secara keseluruhan, MBG tidak hanya menyediakan makanan gratis bagi masyarakat, tetapi juga menciptakan jaringan ekonomi yang kuat. Dari investasi swasta hingga perputaran uang harian yang signifikan, program ini menjadi contoh bagaimana kebijakan sosial dapat berfungsi sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi lokal.

Program Makan Bergizi GratisSPPGInvestasi SwastaUMKMPerputaran UangPertumbuhan Ekonomi Lokal

Komentar

Memuat komentar...