Megawati Sampaikan Duka atas Wafatnya Ayatollah Khamenei

Wati N. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Megawati Sampaikan Duka atas Wafatnya Ayatollah Khamenei

Gambar atau konten salah?

Presiden kelima Indonesia yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Pernyataan belasungkawa ini disampaikan menjelang prosesi pemakaman Khamenei dan bahkan ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi di Iran.

Khamenei dijadwalkan untuk dimakamkan pada 09 Juli 2024. Ia meninggal dunia setelah menjadi korban dalam sebuah serangan yang dituduhkan dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Rangkaian pemakaman diawali dengan prosesi penghormatan di kota suci Qom. Setelah itu, jenazah Khamenei tiba di Bandara Internasional Najaf pada malam hari, 07 Juli 2024, dan disambut oleh para pejabat serta politisi senior Irak. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, juga hadir dalam penyambutan tersebut.

Pemerintah Irak kemudian menetapkan 08 Juli 2024 sebagai hari libur nasional untuk pelaksanaan upacara pemakaman yang dimulai sejak pukul 06.00 waktu setempat. Pengamanan diperketat di berbagai titik karena ribuan pelayat memadati lokasi. Banyak di antara mereka yang berusaha mendekat dan menyentuh peti jenazah yang diangkut menggunakan sebuah truk menuju makam Imam Ali, yang merupakan menantu Nabi Muhammad SAW sekaligus Imam Syiah yang pertama.

Di kompleks makam tersebut, puluhan ulama memanjatkan doa sebelum jenazah diberangkatkan ke Karbala. Prosesi pemakaman terakhir dijadwalkan berlangsung di kota kelahiran Khamenei, yaitu Mashhad, yang terletak di timur laut Iran, pada 09 Juli 2024.

Dalam pesan dukanya, Megawati menyatakan bahwa wafatnya Khamenei merupakan sebuah kehilangan besar. Hal ini tidak hanya berlaku bagi Iran, tetapi juga bagi banyak pihak yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan.

"Wafatnya Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei bukan hanya kehilangan besar bagi bangsa Iran, tetapi juga telah mengguncang hati banyak orang yang mencintai keadilan, kedaulatan bangsa dan kemanusiaan di seluruh penjuru dunia," ujar Megawati dalam sebuah video ucapan duka yang dikutip pada 08 Juli 2024.

Video ucapan belasungkawa tersebut dikirimkan kepada Pemerintah Republik Islam Iran melalui Kedutaan Besar Iran di Jakarta. Tayangan itu kemudian disiarkan oleh salah satu televisi Iran yang sedang meliput rangkaian prosesi pemakaman Khamenei.

Megawati juga menilai bahwa Khamenei bukan sekadar seorang pemimpin politik atau tokoh agama. Menurutnya, sosok tersebut adalah seorang pejuang yang memiliki semangat perjuangan yang sangat kuat.

"Bagi saya pribadi, sosok Ayatollah Ali Khamenei bukanlah sekadar pemimpin politik atau tokoh agama dari bangsa Iran yang dikenal sangat patriotik dan tidak pernah mengenal kata menyerah. Dalam diri beliau, saya melihat gema perjuangan yang pernah dirintis oleh ayahanda saya, Bung Karno," ujarnya.

Megawati kemudian mengenang pertemuannya dengan Khamenei saat melakukan kunjungan resmi ke Teheran pada tahun 2004, ketika ia masih menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Ia mengaku masih mengingat dengan jelas kesan mendalam dari pertemuan tersebut.

"Saya masih mengingat dengan jelas kunjungan resmi saya ke Teheran pada tahun 2004, ketika saya menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Dalam pertemuan itulah saya berkesempatan bertatap muka langsung dengan beliau," katanya.

"Saat itu, saya merasakan pancaran kharisma yang sangat kuat dan keteduhan hati yang sangat dalam. Beliau adalah seorang ulama yang lembut namun teguh memegang prinsip, sekaligus seorang negarawan yang peka terhadap derita bangsanya," sambungnya.

Megawati juga mengingat apresiasi Khamenei terhadap Pancasila dan semangat Bandung. Menurutnya, Khamenei menjadikan kedua hal tersebut sebagai rujukan penting dalam membangun visi Iran yang merdeka dan bermartabat. Hal ini, kata Megawati, mencerminkan eratnya hubungan historis antara Indonesia dan Iran.

"Dalam kenangan indah terhadap beliau, saya ingin menegaskan kembali keberpihakan saya pada penyelesaian konflik melalui jalan damai, dialog yang adil, serta penghormatan terhadap hukum internasional dan kemanusiaan, bukan pada kekerasan dan agresi bersenjata sepihak," ucap dia.

Di akhir pesannya, Megawati menyampaikan doa bagi almarhum Khamenei, keluarganya, para pemimpin, ulama, serta seluruh rakyat Iran. Ia berharap Khamenei memperoleh tempat yang terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

"Kepada keluarga besar Almarhum, para pemimpin dan ulama Iran, serta seluruh rakyat Iran, izinkan saya menyampaikan doa yang paling tulus. Semoga Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang melapangkan jalan bagi beliau, menerima seluruh amal perjuangannya, dan mengampuni segala kekhilafannya," ujarnya.

Megawati bukan satu-satunya pemimpin dunia yang menyampaikan belasungkawa. Sejumlah negara lain juga diperkirakan akan memberikan pernyataan serupa mengingat posisi Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran selama beberapa dekade. Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Iran sendiri telah terjalin lama, dan pertemuan Megawati dengan Khamenei pada 2004 menjadi salah satu tonggak dalam hubungan bilateral kedua negara. Pernyataan duka ini juga menegaskan posisi Indonesia yang konsisten mengedepankan diplomasi dan penyelesaian konflik secara damai.

MegawatibelasungkawaKhameneiIranpemakamandukaIndonesia

Komentar

Memuat komentar...