Menkeu: Belum Ada Rencana Pangkas Anggaran Pertahanan

Putri N. · 1 min baca · 4 jam lalu · 7 dibaca
Bisik.id
Menkeu: Belum Ada Rencana Pangkas Anggaran Pertahanan

Gambar atau konten salah?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pernyataan terkait masa depan anggaran pertahanan Indonesia. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada rencana untuk memangkas dana di sektor tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Purbaya sebagai tanggapan atas arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai penghematan anggaran pemerintah. "Belum. Tapi kita begini, hitungan anggaran pos-nya besar. Kalau emang mungkin defisit kita terganggu ya kita pangkas, tapi rasanya nggak, masih jauh dari sana. Jadi kita masih cukup," jelas Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Senin, 20 Juli 2026.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto sempat mengemukakan gagasan untuk mengubah alokasi anggaran pertahanan. Dalam pidatonya di acara Panen Raya TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juni 2026, Prabowo menyampaikan rencana penghematan di hampir semua sektor pemerintahan. Ia bahkan menyebutkan kemungkinan pengurangan anggaran pertahanan jika diperlukan.

"Saudara-saudara sekalian, kita akan hemat anggaran kita. Kita akan bikin efisien. Bila perlu, anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi untuk menghilangkan kemiskinan," ujar Prabowo dalam pidatonya.

Dua pernyataan dari pejabat tinggi negara ini menunjukkan adanya perbedaan penekanan. Presiden Prabowo membuka peluang pemotongan anggaran pertahanan demi mengatasi kemiskinan. Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya menyatakan bahwa kondisi fiskal saat ini masih cukup kuat dan belum memerlukan langkah pemotongan tersebut. Anggaran pertahanan tercatat sebagai salah satu pos belanja negara yang besar, namun defisit anggaran dinilai masih dalam batas aman.

anggaran pertahananpemangkasan danapenghematan anggarandefisit anggarankemiskinanMenteri KeuanganPresiden Prabowo

Komentar

Memuat komentar...