Menkeu Bingung Rating Utang RI Dikoreksi Negatif

Ika P. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Menkeu Bingung Rating Utang RI Dikoreksi Negatif

Gambar atau konten salah?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku kebingungan. Dua lembaga pemeringkat global, Moody's dan Fitch Ratings, baru-baru ini mengubah prospek peringkat utang Indonesia menjadi negatif. Padahal, menurutnya, data ekonomi Indonesia menunjukkan kondisi yang baik.

"Saya sudah bingung tuh waktu Moody's ngeluarin outlook negatif, terus nggak lama Fitch juga outlook-nya negatif. Padahal, saya sudah jelasin macam-macam, wah bahwa kita bagus, segala macam," kata Purbaya di acara GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS), ICE BSD, Kabupaten Tangerang, pada Selasa, 04 Agustus 2026.

Purbaya menilai kedua lembaga itu bertindak berlebihan. Ia menyebut mereka offside. Menurutnya, Moody's dan Fitch mengeluarkan penilaian sebelum data resmi pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2026 diumumkan. Setelah data itu keluar, ekonomi Indonesia ternyata tumbuh 5,6%. Purbaya menilai Moody's dan Fitch salah perhitungan.

"Rupanya mereka offside karena mereka keluarkan itu sebelum angka triwulan pertama keluar. Begitu angka triwulan pertama keluar 5,6%, harusnya kelihatan betul mereka salah ukur ekonomi kita," jelas Purbaya.

Sikap berbeda diambil S&P Global Ratings. Purbaya menyebut lembaga ini tidak langsung menyimpulkan hal yang sama. S&P justru mengadakan diskusi mendalam dengan pemerintah. Mereka membahas instrumen kebijakan fiskal, moneter, hingga arah kebijakan strategis di bawah Presiden Prabowo Subianto.

"S&P tidak mengulangi kesimpulan yang sama. Dia diskusikan dengan kita dengan detail dan melihat kebijakan fiskal seperti apa, moneter seperti apa, kebijakan Pak Prabowo seperti apa. Akhirnya mereka bisa melihat memang kita bergerak ke arah yang betul," imbuh Purbaya.

Purbaya menyebut langkah Moody's dan Fitch terburu-buru. Mereka mengeluarkan penilaian negatif sebelum data pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2026 dirilis. Data itu kemudian menunjukkan angka 5,6%. Menurut Purbaya, angka itu membuktikan penilaian kedua lembaga itu keliru. Sementara itu, S&P Global Ratings memilih pendekatan berbeda. Mereka berdiskusi panjang dengan pemerintah sebelum mengambil kesimpulan. Hasilnya, S&P tidak mengubah prospek peringkat utang Indonesia menjadi negatif.

Moody'sFitch RatingsS&P Global Ratingsperingkat utangprospek negatifpertumbuhan ekonomikebijakan fiskal

Komentar

Memuat komentar...