Menkop Buka Suara Soal Impor 105.000 Pickup untuk Koperasi Desa

Agus P. · 2 min baca · 4 bulan lalu · 67 dibaca
Bisik.id
Menkop Buka Suara Soal Impor 105.000 Pickup untuk Koperasi Desa

Gambar atau konten salah?

Jakarta - Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menanggapi langkah PT Agrinas Pangan Nusantara yang mengimpor 105.000 unit mobil pickup dari India untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Ini sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025.

Ferry menjelaskan bahwa dalam Instruksi Presiden tersebut, Kementerian Koperasi telah memberikan tugas kepada PT Agrinas Pangan Nusantara untuk menjalankan program KDMP. Dalam pelaksanaannya, Agrinas bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia dalam pembangunan fisik KDMP, termasuk pengadaan alat kelengkapannya.

"Ini tidak bisa dipisahkan, tetapi ada beberapa aspek khusus terkait kelengkapan. Termasuk dalam hal ini adalah pengadaan kendaraan. Kami tidak mengetahui secara mendetail karena itu adalah tanggung jawab Agrinas Pangan yang bekerja sama dengan produsen dari India," ungkap Ferry di DPR pada Rabu (11 Maret 2026).

Ferry juga menekankan pentingnya monitoring dan evaluasi terhadap pembangunan fisik gudang dan gerai, serta kelengkapannya. Pemerintah siap menerima masukan dari DPR terkait pelaksanaan KDMP. Jika ada yang tidak sesuai, pihaknya meminta untuk segera dilaporkan.

"Kami bertanggung jawab memastikan bahwa pembangunan fisik gudang dan kelengkapannya sesuai dengan Inpres Nomor 17 Tahun 2025," tambahnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menjelaskan alasan di balik impor mobil pickup dari India. Ia menyebutkan bahwa produksi lokal hanya sekitar 70 ribu unit. Jika semua diambil dari produksi lokal, hal ini dapat mengganggu industri logistik lainnya. Oleh karena itu, mereka membuka ruang untuk memberikan pilihan alternatif kepada masyarakat.

Joao menyatakan bahwa mobil pickup yang diimpor memiliki spesifikasi kompetitif dan harga yang jauh lebih terjangkau. Ia mengklaim bahwa harga unit yang didatangkan sekitar setengah dari harga kompetitor di pasar saat ini.

“Ke depan, konsumen akan mendapatkan harga yang lebih adil. Nilai uang yang dikeluarkan harus sebanding dengan apa yang diterima. Mobil yang kami impor ini harganya jauh lebih rendah dibandingkan merek lain yang ada di pasar,” jelas Joao.

Dengan langkah ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh kendaraan dengan harga yang lebih wajar dan spesifikasi yang memenuhi kebutuhan mereka.

Menteri KoperasiPT Agrinas Pangan Nusantaraimpor mobil pickupKoperasi DesaInstruksi Presidenpembangunan fisikharga kompetitifmasukan DPR

Komentar

Memuat komentar...