Menteri Dody: TNI & Danantara Bantu Sekolah Rakyat Kalbar

Wati N. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 101 dibaca
Bisik.id
Menteri Dody: TNI & Danantara Bantu Sekolah Rakyat Kalbar

Gambar atau konten salah?

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Danantara dan Panglima TNI dalam upaya percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Provinsi Kalimantan Barat. Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut sangat penting agar target penyelesaian dapat dicapai tepat waktu, yakni pada 20 Juni 2026.

Kunjungan Dody ke lapangan berlangsung di Singkawang pada 28 Mei 2026. Di sana, ia meninjau tiga proyek Sekolah Rakyat yang sedang berlangsung: SR Pontianak, SR Singkawang, dan SR Pemprov Kalbar. Semua proyek berada di bawah program pemerintah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas.

Menurut Dody, percepatan pembangunan memerlukan kerja sama lintas sektor, terutama dalam penyediaan dana dan tenaga kerja. Ia menekankan bahwa waktu pelaksanaan sangat terbatas, sehingga setiap langkah harus terkoordinasi dengan baik.

“Saya mengapresiasi dukungan Danantara, khususnya Pak Dony Oskaria, yang membantu mendorong dukungan pendanaan agar pekerjaan di lapangan bisa terus berjalan. Saya juga berterima kasih kepada Panglima TNI atas bantuan tenaga yang diberikan untuk mendukung percepatan pembangunan Sekolah Rakyat,” ujar Dody dalam keterangannya.

Dody menjelaskan bahwa tantangan di lapangan meliputi kebutuhan tenaga kerja dan pengadaan material konstruksi. Ia menegaskan bahwa ketika pendanaan dan tenaga tersedia, progres pekerjaan akan lebih cepat.

“Kalau dukungan pendanaan dan tenaga tersedia, progres pekerjaan tentu bisa lebih cepat. Karena itu kami terus berkoordinasi agar seluruh kebutuhan percepatan dapat terpenuhi,” tambahnya.

Dalam situasi yang berpacu waktu, Dody menegaskan pentingnya optimisme. Ia percaya bahwa sikap positif membantu menentukan langkah-langkah yang harus diambil agar proyek selesai tepat waktu.

“Harus optimistis. Kalau saya tidak optimistis, bagaimana yang lainnya? Optimisme itu yang pertama supaya kita bisa berpikir apa yang harus dikerjakan agar selesai tepat waktu,” jelas Dody.

Untuk memastikan semua kebutuhan percepatan terpenuhi, Dody melakukan kunjungan lapangan secara langsung. Ia ingin memastikan bahwa laporan progres yang diterima tidak hanya bersifat kertas, melainkan telah terverifikasi di tempat.

“Saya ingin memastikan apa yang kurang dan apa yang belum. Jadi laporan yang saya terima bukan sekadar laporan di atas kertas, tetapi saya cek langsung di lapangan supaya semuanya bisa ter-deliver on time,” ujar Dody.

Data progres per 27 Mei 2026 menunjukkan bahwa secara keseluruhan realisasi kumulatif pembangunan Sekolah Rakyat di Kalbar mencapai 45,95 %. Detailnya, SR Pontianak tercatat 48,35 %, SR Singkawang 45 %, dan SR Pemprov Kalbar di Kota Singkawang 44,03 %.

Proyek SR Pemprov Kalbar dibangun di atas lahan seluas 6,31 hektare dengan total luas bangunan mencapai 27.365 meter persegi. Kontraktor pelaksana adalah KSO WIKA-CIPTA-WEGE dengan nilai kontrak sebesar Rp223,89 miliar.

Untuk mengejar target penyelesaian, strategi percepatan meliputi penambahan tenaga kerja hingga 1.200 orang dengan sistem dua shift kerja, pembangunan batching plant onsite, serta penambahan alat berat seperti excavator, truck mixer, mobile crane, dan concrete pump.

Dody juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam mempercepat pembangunan. Ia menilai bahwa bantuan kepala daerah sangat membantu menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan, mulai dari penyediaan lahan hingga percepatan perizinan.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menyatakan bahwa Pemerintah Kota Singkawang siap terus mengawal percepatan pembangunan agar target penyelesaian dapat tercapai sesuai jadwal. Ia mengucapkan terima kasih kepada Menteri atas kunjungan langsungnya.

“Atas nama Pemerintah Kota Singkawang dan masyarakat Kota Singkawang, kami berterima kasih kepada Bapak Menteri yang sudah datang langsung meninjau progres pembangunan. Kami akan terus membantu dan mengawal proses pengerjaannya agar target yang sudah ditetapkan bisa tercapai,” ujar Tjhai Chui Mie.

Program pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat serta mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem melalui penyediaan fasilitas pendidikan yang layak dan modern. Dengan dukungan lintas sektor, target penyelesaian pada 20 Juni 2026 diharapkan dapat tercapai, memungkinkan sekolah-sekolah tersebut mulai beroperasi pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027.

Secara keseluruhan, kolaborasi antara kementerian, perusahaan konstruksi, pemerintah daerah, dan pihak militer menunjukkan sinergi yang kuat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur pendidikan. Progres yang telah dicapai menunjukkan bahwa meski masih ada tantangan, upaya bersama dapat menghasilkan kemajuan yang signifikan.

Sekolah RakyatPembangunanKalimantan BaratDody HanggodoPanglima TNIKSO WIKA-CIPTA-WEGEPendidikan Berkualitas

Komentar

Memuat komentar...